.
Stunting dan Autisme Dapat Disebabkan karena Jarak Kelahiran Dekat
Sosial

Stunting dan Autisme Dapat Disebabkan karena Jarak Kelahiran Dekat

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar Sosialisasi Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Kependudukan (KKBPK) di Ruang Arahiwang Setda Purworejo, Jumat (13/12/2019). Kegiatan yang diikuti jajaran Polri dan Bhayangkari ini menghadirkan pembicara kunci Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo.

Menurut Hasto Wardoyo, stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama sejak dalam kandungan. Masalah stunting dan autisme membuat perkembangan anak menjadi terganggu, baik dari segi fisik maupun penalarannya. Salah satu penyebab terjadinya stunting dan autisme adalah jarak kelahiran yang terlalu dekat.

"Menurut WHO, jarak ideal kelahiran anak adalah 36 bulan," kata Hasto Wardoyo yang pernah menjabat Bupati Kulon Progo.

Lebih lanjut Hasto menjelaskan, anak nomor 2, paling banyak menderita stunting dan autisme. Karena jarak kelahiran anak nomor satu ke nomor dua yang cenderung dekat. 

"Ya, biasanya karena kebobolan. Ada eviden base yang tentang itu," ungkapnya.

Dijelaskannya, untuk mencegah stunting dan autisme, disarankan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung asam folat dan zinc. Keduanya bisa didapatkan dalam bahan makanan sehari-hari seperti sayur dan buah.

"Guna memeproleh sperma sehat dan baik, laki-laki dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung zinc. Kalau di Kulon Progo ada beras yang memang dikembangkan dengan kandungan zinc tinggi. Bekatul merupakan salah satu makanan dengan kandungan zinc yang tinggi. Disarankan, jika mencuci beras jangan terlalu bersih agar kandungan zincnya tidak hilang," pungkasnya.