.
Kampaye Tatap Muka di Purworejo, Tim Wajib Sediakan Tempat Cuci Tangan
Politik

Kampaye Tatap Muka di Purworejo, Tim Wajib Sediakan Tempat Cuci Tangan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Kampanye tatap muka Pilkada diperbolehkan dengan aturan yang sudah ditentukan. Akan tetapi, ada syarat yang wajib dipenuhi oleh tim kampanye, yakni meyediakan tempat cuci tangan sertakan sabun, handsanitazer, untuk peserta maksimal 50 orang, wajib memakai masker serta wajib menjaga jarak.

Bawaslu Kabupaten Purworejo pun mengingatkan kepada seluruh tim kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk tetap mematuhi protokol kesehatan tersebut.

Selain itu, jika tim kampanye kedapatan melanggar protokol kesehatan maka tidak segan-segan Bawaslu Purworejo akan memberikan peringatan tertulis kepada tim kampanye. Jika peringatan tersebut tidak diindahkan, maka Bawaslu akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membubarkan kegiatan kampanye tersebut. 

Koordinator Divisi Hukum Humas Data dan Informasi Bawaslu Purworejo, Rinto Hariyadi mengatakan, tim kampanye harus kembali pada semangat pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati lanjutan. Bahwa Pilkada 2020 dapat dilanjutkan dengan syarat yakni menerapkan protokol kesehatan dalam setiap tahapan. 

KPU sudah mengeluarkan aturan tentang penerapan protokol kesehatan dalam melaksanakan seluruh tahapan Pilkada. Kami minta ini dipatuhi bersama-sama agar Pilkada lancar dan rakyat tetap sehat, kata Rinto, Rabu (04/11/2020).

Dijelaskan Rinto, sesuai PKPU Nomor 13 Tahun 2020 bahwa kegiatan kampanye dimasa pandemi ini wajib menerapkan protokol kesehatan. Dalam kampanye tatap muka langsung dengan masyarakat, tim kampanye wajib menyediakan sarana itu. 

Peserta kampanye sebelum mengikuti rangkaian kegiatan kampanye wajib cuci tangan menggunakan sabun terlebih dahulu, memakai handsanitazer, dan ya itu peserta maksimal 50 orang dan wajib memakai masker serta wajib menjaga jarak. Kami sudah menginstruksikan ke seluruh jajaran pengawas kecamatan dan desa untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan tersebut, ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Purworejo, Anik Ratnawati menambahkan, tim kampanye juga tidak boleh melaksanakan kampanye kegiatan lain dalam bentuk bazar, kegiatan sosial, kegiatan kesenian, pentas budaya, jalan sehat dan lain-lain yang berpotensi mengundang kerumunan massa. 

Kalau kegiatan lain hanya boleh dilakukan dalam bentuk daring atau melalui internet,” pungkasnya.