Pelatihan Indonesia Membatik Tulis di Dua Kecamatan, Tetap Kedepankan Prokes
Budaya

Pelatihan Indonesia Membatik Tulis di Dua Kecamatan, Tetap Kedepankan Prokes

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Balai Diklat Industri Jakarta Kementrian Perindustrian RI Angkatan 4 Tahun 2020 melalui LPK Rajasa Cilacap melaunching pelatihan Indonesia membatik tulis di dua kecamatan yakni Pituruh dan Butuh, Purworejo. Kegiatan launching tersebut dilaksanakan di balaidesa Kendalrejo, Kecamatan Pituruh, kemarin.

Kegiatan pelatihan yang digelar selama 18 hari tersebut, yaitu melalui pemuda pelopor pariwisata nasional, mulai Jum'at, 20 November hingga 10 Desember 2020. Dengan 50 peserta, yang terbagi dua kecamatan itu dengan 7 desa yaitu kecamatan Butuh terdiri dari Desa Binangun, Desa Kedungagung, Desa Kedungsari dan Desa Langenrejo. Sementara Kecamatan Pituruh terdiri dari Desa Kendalrejo, Desa Sikambang dan Desa Megulunglor.

Edhi Suparman, Sekretaris Wilayah Forum Pemuda Pelopor Propinsi Jawa Tengah mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan momentum yang tepat untuk bangkit. Menurutnya, kegiatan pelatihan membatik ini merupakan salah satu gerakan sosial pelopor kemitraan masyarakat mandiri dan jalin sinergi antar desa antar kecamatan antar kabupaten untuk menuju Indonesia maju.

Pelatihan ini sebagai wujud menciptakan warga masyarakat yang mampu mengembangkan skil kemampuan dibidang batik tulis dan gratis. Dengan adanya pelatihan ini, bisa mencetak kader muda dibidang batik tulis sekaligus mencetak pengusaha pemula muda batik khususnya diwilayah kabupaten purworejo, katanya, Minggu (22/11/2020). 

Sementara itu, Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno, mengapresiasi dengan adanya kegiatan pelatihan batik tulis yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Industri Jakarta Kementerian Perindustrian RI. 

Ini merupakan salah satu program bantuan pemerintah dalam bentuk pemberdayaan kepada masyarakat di tengah pandemi covid-19. Dan kegiatan tersebut juga dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti sebelum berkegiatan tetap wajib memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak, ungkapnya.

Selain itu, melalui pelatihan itu peserta harus mampu menguasai ilmu yang diberikan oleh instruktur dan terampil membatik usai pelatihan, serta berpikir out of the box sebagai pengusaha agar sukses.

Saya berharap kegiatan tidak hanya pelatihan saja, namun bisa dilanjutkan dengan berbagai macam pendampingan sampai dengan peserta dapat mandiri baik sebagai pengrajin batik atau bahkan sebagai pengusaha batik, ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Kendalrejo Sutoyo, mengungkapkan bahwa ia bangga dan mengapresi dengan terselenggaranya tempat pembukaan pelatihan batik tulis di desanya. 

Saya berharap dengan adanya pelatihan ini nantinya bisa bermanfaat bagi peserta diklat membatik dan bisa menumbuhkan semangat kewirausahawan menuju kemandirian menghasilkan home industri di desa masing-masing dan tetap jaga kesehatan dan protokol kesehatan, pungkasnya.