Rusak Diterjang Longsor, Mimpi Segera Tempati Rumah Baru Pupus
Peristiwa

Rusak Diterjang Longsor, Mimpi Segera Tempati Rumah Baru Pupus

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Mimpi Karyono (50), warga Dusun Tepus Desa Somorejo Kecamatan Bagelen untuk segera menempati rumah barunya pupus. Ia harus bersabar lebih lama lagi. Sebab, rumah yang didambakan itu mengalami rusak berat akibat tertimpa reruntuhan tebing yang longsor.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Purworejo sejak Senin (11/1/2021) malam mengakibatkan musibah longsor di beberapa titik. Di Dusun Tepus RT 2 RW 5 Desa Somorejo salah satunya. Tebing setinggi 6 meter longsor menimpa bangunan rumah milik Karyono yang kini masih proses pembangunan. 

Bangunan itu terletak diantara rumah dan mushola. Kondisinya mengalami rusak parah. Dinding bagian depan rumah jebol akibat tertimpa longsor. Material longsor menerjang masuk ke dalam rumah hampir memenuhi seisi ruangan. Kondisi itu diperparah dengan tumpukan material longsor yang menutup akses jalan ke rumah Karyono.

Material longsor juga nyaris menimpa rumah Karyono, rumah yang ia tempati bersama tiga orang keluarganya. Ia saat ini tinggal bersama keluarganya persis di samping bangunan rumah yang tertimpa longsor. 

Kepada sorot.co Karyono menuturkan, musibah longsor terjadi sekira pukul 22.30 WIB Senin malam. Saat itu, ia bersama sang istri akan pergi tidur. Namun tiba-tiba dirinya mendengar suara gemuruh. Ia kemudian keluar rumah dan melihat reruntuhan longsor menimpa bangunan rumah barunya. 

Saya keluar bersama istri saya kemudian berusaha menyelamatkan diri, kami teriak meminta tolong, kata Karno sambil berucap syukur karena longsor tak menimpa rumah yang ia tinggali. 

Karyono menceritakan, rumah tersebut ia bangun dengan menggunakan uang pribadi dan bantuan dari pemerintah. Dirinya mendapat bantuan dana sebesar Rp 8 juta dari program bantuan sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2020.  

Uang bantuan itu saya tambah dengan uang pribadi saya untuk membangun, katanya. 

Kejadian longsor di lokasi tersebut, jelas Karyono, bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya ia mengalami dua kali kejadian longsor saat hujan deras mengguyur. Namun longsor yang terjadi tidak pernah separah seperti saat ini. 

Longsor yang sebelumnya hanya sampai jalan tidak sampai rumah, kata dia. 

Meski tinggal di daerah rawan longsor, Karyono mengaku enggan pindah dari tempat tinggalnya saat ini. Ia hanya berharap material longsor dapat segera dibersihkan dan pembangunan dapat segera dilakukan. 

Harapanya dapat segera dibangun lagi, tandasnya. 

Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, nilai kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 20 jutaan.

Pantauan di lapangan, puluhan warga dibantu aparat TNI dan Polri gotong royong membersihkan material longsor yang masih menumpuk dengan menggunakan alat seadanya. Mereka secara swadaya membantu meringankan beban musibah yang dialami oleh Karyono. 

Warga nanti akan swadaya membantu pak Karyono membersihkan material longsor sampai bersih. Kejadian ini sudah kita laporkan ke kecamatan. Tadi ada bantuan logistik juga dari aparag kepolisian, kata Kepala Dusun Tepus, Timbul Pranoto saat dikonfirmasi.