Renovasi Monumen Perjuangan Tentara Pelajar Khianati Perjuangan Pahlawan
Peristiwa

Renovasi Monumen Perjuangan Tentara Pelajar Khianati Perjuangan Pahlawan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Aksi penolakan terhadap munculnya patung pelajar sekolah dasar (SD) di Jalan Brigjen Katamso terus mengalir dari sejumlah pihak. Patung dua bocah SD itu dinilai tak patut lantaran keberadaanya telah merobohkan Monumen Perjuangan Tentara Pelajar serta menggusur kewibawaan Lambang garuda. 

Penolakan dan kekecewaan terhadap renovasi Monumen Perjuangan Tentara Pelajar datang dari Dewan Kesenian Purworejo (DKP). Penolakan tersebut menjadi dukungan petisi dari Komunitas Masyarakat Peduli Purworejo (KMPP) yang telah disampaikan kepada Bupati Purworejo dengan tembusan DPRD Kabupaten Purworejo pada Kamis (14/1/2021).

DKP menjadi salah satu organisasi yang dengan tegas menolak renovasi Monumen Tentara Pelajar. Secara resmi, DKP telah mengeluarkan surat perihal penolakan tersebut. Surat dibubuhi tandatangan langsunh oleh Ketua DKP, Angko Setiyarso Widodo.  

Surat sudah disampaikan kepada Bupati Purworejo sebagai dukungan terhadap KMPP dan sejumlah elemen masyarakat yang menolak pelaksanaan renovasi Monumen Perjuangan Tentara Pelajar Purworejo,” kata Angko saat dikonfirmasi Sabtu (16/1/2021). 

Dalam surat tersebut tertulis 5 poin pertimbangan DKP. Pertama, merobohkan Tugu Perjuangan Tentara Pelajar dan mengganti dengan tugu patung pelajar berseragam SD telah merusak nilai budaya masyarakat Purworejo yang selama ini sangat menghargai semangat juang para pendahulu yang telah berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. 

Kedua, Purworejo telah melahirkan banyak tokoh yang berperan aktif di daerah maupun nasional dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia dalam segala bidang mulai dari seni budaya, hingga militer, bahkan diantaranya mendapat pengakuan sebagai Pahlawan Nasional. 

Perobohan patung-patung tersebut telah mengkhianati perjuangan tentara pelajar dan tokoh-tokoh asal Purworejo tersebut, bunyi surat DKP.

Poin ketiga, sejumlah patung yang menggambarkan kisah kejuangan para pejuang tentara pelajar yang berada di Monumen Perjuangan Tentara Pelajar merupakan karya seniman Purworejo yang kebetulan juga seorang difabel Penggantian patung-patung tersebut tanpa seizin/sepengetahuan seniman, mengusik kebanggaan dan solidaritas seniman di Purworejo.

Keempat, Menurunkan dan mengecilkan lambang Garuda Pancasila yang merupakan tambang negara, ideologi bangsa dari atas monumen dan mengganti dengan patung pelajar SD merupakan pengkhianatan terhadap bangsa Indonesia. 

Kemudian yang kelima, yang terakhir, kami menilai renovasi Tugu Perjuangan Tentara Pelajar oleh Bupati Purworejo terkesan tanpa konsep dan tidak melibatkan unsur masyarakat terkait dan mengabaikan masyarakat sebagai pemilik kedaulatan, tandas Angko.