Muncul Spanduk Adili Koruptor Popendakin, Kejaksaan: Kasus Masih Proses
Hukum & Kriminal

Muncul Spanduk Adili Koruptor Popendakin, Kejaksaan: Kasus Masih Proses

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Spanduk kekecewaan dan kecamanan terhadap lambanya proses penyidikan Kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan Program Peningkatan Pendapatan Masyarakat Miskin (Propendakin) tahun anggaran 2018 merebak di sejumlah titik di Kabupaten Purworejo. 

Pantauan di lapangan, spanduk warna hitam terbentang di beberapa pertigaan atau perempatan jalan protokol, antara lain pertigaan Berjan, pertigaan Kolam Renang Arta Tirta, Lengkong, Don Bosco, dan Pantok Purworejo. Sebuah spanduk juga terpasang di depan Kantor Kejari Purworejo.

Masing-masing spanduk berisi tulisan bernada protes dan aspirasi, seperti ‘UNGKAP PROPENDAKIN Harga Mati’, ‘Propendakin utk RAKYAT BUKAN utk PEJABAT’, dan ‘ADILI KORUPTOR PROPENDAKIN’. 

Belum diketahui secara pasti pemilik atau pemasang spanduk liar tersebut. Namun, pada Senin (15/2/2021) sore, seluruh spanduk tersebut sudah hilang dari lokasi masing-masing. 

Menyikapi hal tersebut, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih terus bekerja. 

On progress (masih berproses). Prosesnya terus berjalan,” kata Kasi Intelejen Kejari Purworejo, M Arief Yunandi, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di kantornya, Senin (15/2/2021) sore.

Diungkapkan, kasus dugaan penyimpangan penyaluran bantuan Propendakin Kabupaten Purworejo tahun anggaran 2018 sudah dinaikkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan pada 19 November 2020. Sejak saat itu hingga kini, Kejari telah melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait. 

Namun, mengenai nama-nama yang diduga kuat tersangkut atau berpotensi menjadi tersangka, pihaknya belum dapat menyampaikan kepada publik.

Arief menegaskan bahwa Kejari komitmen bertindak secara profesional dan transparan dalam menangani perkara tersebut. Pihaknya juga berjanji akan menginformasi lebih lanjut kepada publik jika sudah ada kepastian nama-nama tersangka. 

Kita tunggu dulu karena ini masih terus berproses. Kita pastikan kami tegak lurus (profesional). Hanya saja kami mohon bersabar karena dalam setiap penanganan kasus kita kan juga butuh kecermatan dan kehati-hatian,” tegasnya.