Terkendala Biaya, Ratusan Desa Rawan Bencana Belum Berstatus Destana
Sosial

Terkendala Biaya, Ratusan Desa Rawan Bencana Belum Berstatus Destana

Purworejo,(purworejo.sorot.co)–Sebanyak 270 desa di Kabupaten Purworejo yang berstatus sebagai desa rawan bencana hingga kini belum beralih status menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana). Minimnya alokasi anggaran menjadi faktor belum dibentuknya Destana. 

Selain faktor anggaran, pemahanan masyarakat tentang kebencanaan juga menjadi instrument belum dibentuknya Destana disemua desa rawan bencana. Diketahui, Kabupaten Purworejo memiliki 328 desa rawan bencana baik bencana tanah longsor, banjir, dan tsunami. Dari jumlah itu, baru sebanyak 58 desa berstatus sebagai Desatana. 

Jika dibiayai sepenuhnya, akan butuh dana yang sangat besar untuk membentuk satu destana, apalagi jika mau menjadi destana utama, tutur Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, Edi Purwanto mewakili Kepala BPBD, Sutrisno Selasa (16/2/2021).

Sementara pemerintah kabupaten tidak mengalokasikan anggaran khusus fasilitasi Destana pada tahun 2021, sebab masih fokus menangani pandemi Covid-19. BPBD merencanakan alokasi fasilitasi pembentukan Destana pada anggaran tahun 2022. 

Destana, jelas Edi Purwanto, dibagi menjadi tiga kategori, yakni pratama, madya, dan utama. Untuk membentuk Destana diperlukan berbagai indikator yang disiapkan. Untuk Destana pratama, desa harus mulai memiliki upaya awal menyusun kebijakan pengurangan risiko bencana, dokumen perencanaan, forum pengurangan risiko bencana (FPRB), relawan bencana, serta kajian risiko bencana. 

Untuk madya upaya itu sudah dikembangkan antara lain dengan ketersediaan peralatan, sedangkan Destana utama sudah memiliki forum yang aktif serta ada aksi, ungkapnya.

Belum maksimalnya pembentukan Destana di seluruh desa tidak menyurutkan upaya BPBD Purworejo mendorong desa rawan bencana membentuk Destana. 

Minimal ada dua indikator saja yang terwujud yaitu FPRB dan relawan, sudah sangat bagus. Sebab merekalah yang ada paling depan ketika bencana melanda desa, tegasnya.

Upaya mendorong Destana adalah dengan memberi pemahaman kepada masyarakat dan pemerintah desa akan potensi risiko bencana di desa mereka. Ketika desa memiliki kesadaran masyarakat dapat diarahkan untuk membentuk Destana secara mandiri.

BPBD Purworejo akan memberi pendampingan dan fasilitasi pelatihan untuk membentuk FPRB maupun relawan bencana. Pada tahun 2021, Desa Guyangan Kecamatan Loano, Sudorogo Kaligesing, dan Lugosobo Gebang, secara mandiri ingin membentuk Destana.

Mereka butuh didampingi, relawannya dilatih dan simulasi, sehingga punya kemampuan penanganan darurat bencan. Kami berharap akan muncul desa lain yang secara mandiri membentuk Destana. Desa dapat memanfaatkan dana desa untuk kegiatan pelatihan kebencanaan, tandasnya.