Mitra Ngingu Bareng Domba Merasa Dipersulit Ambil Sertifikat Tanah
Ekonomi

Mitra Ngingu Bareng Domba Merasa Dipersulit Ambil Sertifikat Tanah

Purworejo, (purworejo.sorot.co) – Polemik program Ngingu Bareng Domba yang digagas olek Koperasi UMKM Indonesia (KOIN) Kabupaten Purworejo kini memasuki babak baru. Usai penyerta modal KOIN diadukan ke polisi, sejumlah mitra meminta KOIN mengembalikan sertifikat tanah milik mereka.

Namun yang terjadi saat ini, sejumlah mitra mengaku kesulitan untuk meminta kembali sertifikat tanah yang kini dalam penguasaan KOIN. Salah seorang mitra KOIN Barodi asal Desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag salah satunya. Ia mengaku dipersulit oleh pihak KOIN saat akan meminta kembali sertifikat miliknya.  

“Saya sudah meminta sertifikat ke KOIN sebanyak tiga kali, tapi sampai saat ini belum diberikan. Tadi saya datang ke kantor KOIN dan dijanjikan sertifikat akan diberikan Sabtu (20/2/2021). Ternyata (sertifikat) diambil memang susah tidak seperti yang saya bayangkan,” ungkap Barodi saat ditemui sorot.co, Jumat (19/2/2021) sore.

Barodi menjelaskan, sebagai mitra, ia telah menjalankan segala bentuk kewajibanya, diantaranya dengan menyediakan tanah untuk dibangun kandang, dan menyerahkan seluruh dokumen persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk menyerahkan sertifikat yang diminta.  

Sertifikat saya serahkan saat itu karena saya diminta juga sertifikatnya, bukan atas kemauan saya sendiri terus saya serahkan, itu menjadi salah satu persyaratan untuk masuk menjadi mitra,” kata dia.

Namun, selama ini ia mengaku kecewa lantaran pelaksanaan program Ngingu Bareng Domba tak kunjung jelas realisasinya. Dari total 48 unit kandang yang akan dibangun, hingga kini baru 14 kandang yang telah selesai dibangun di atas tanahnya. 

Atas dasar ketidak jelasaan program tersebut, Barodi kemudian meminta untuk mengundurkan diri sebagai mitra KOIN pada akhir Januari 2021. Namun permintaan itu tidak digubris oleh KOIN dengan alasan kandang terlanjur dibangun.

Selang tarulah 3 sampai 4 hari tidak ada jawaban sesuai yang saya minta (mengudurkan diri) disitu saya minta ijin untuk mengisi domba secara pribadi sembari menunggu koin melakukan pengisian domba. Kemudian pada tanggal 2 Februari saya dihubungi oleh sekretaris kantor yang mengatakan bahwa 21 hari kedepan (kandang) akan diisi oleh KOIN,” bebernya.

Meski telah dijanjikan akan segera diisi, pihaknya bersikukuh untuk meminta kembali sertifikat miliknya lantaran hingga kini belum ada konfirmasi maupun tanda-tanda realisasi pengisian domba oleh KOIN. 

Alasanya karena kandang telanjur dibangun ya sertifikat tidak bisa diserahkan. Itu yang pertama, permintaan yang kedua, KOIN meminta sertifikat diganti dengan surat sertifikat, ya intinya meminta diganti jaminan. Kemudian yang ketiga kali ini saya dijanjikan besok sertifikat akan diberikan,” ujar Barodi.

Sementara itu, Direktur Kemitraan KOIN, Ali Rif’an saat dikonfirmasi membenarkan adanya masyarakat yang meminta kembali sertifikat tanah yang kini dipengang KOIN. Namun pihaknya mengaku tidak mempersulit mitra jika ingin mengambil sertifikat.

Banyak yang mengambil (sertifikat), memang tak sarankan diambil dulu sertifikatnya, karena statusnya kemarinkan mereka titip, karena belum resmi kita minta. Dan untuk pak Barodi akan kita berikan besok (hari ini red) karena yang pegang sertifikat masih di Jakarta, kata Ali saat dihubungi via telephone.