Bruno Sport Tourism Paragliding Salah Satu Rintisan Baru di Purworejo
Wisata

Bruno Sport Tourism Paragliding Salah Satu Rintisan Baru di Purworejo

Bruno,(purworejo.sorot.co)--Wisata olahraga atau Sport Tourism merupakan kegiatan yang mengombinasikan olahraga sekaligus pariwisata suatu daerah. Seperti di Kecamatan Bruno, tepatnya di Desa Kaliwungu, kini mulai ada rintisan sport tourism dengan dinamai Bruno Sport Tourism Paragliding.

Camat Bruno Netra Asmara Sakti mengatakan, bahwa Bruno Sport Tourism di Kecamatan Bruno, lahir dengan landasan berfikir potensi sumber daya alam yang melimpah indah dan kaya potensi wisata, budaya dan sejarah.

Bruno rekam jejak sejarah yang cukup banyak, mulai sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro. Bruno sebagai pemerintahan darurat Provinsi Jawa Tengah pada tahun 1948. Bruno juga cukup kental dengan perjuangan Islam di masa kemerdekaan. Kearifan masyarakat Bruno yang agamis, santun, giat bekerja dan berolahraga juga menjadi daya tarik tersendiri. Bruno Sport Tourism kami launching untuk membranding Bruno sebagai daerah tujuan wisata andalan di Purworejo. Bruno yang indah nan barokah, kata Netra, Sabtu (09/10/2021).

Dijelaskan Netra, Bruno Sport Tourism berpijak pada tiga pilar aktivitas. Diantaranya, peningkatan semangat dan prestasi olahraga menuju masyarakat Bruno yang sehat, kuat dan produktif. Membangun karakter masyarakat yang siap menjadi tuan rumah yang baik melalui optimalisasi destinasi pariwisata yang ada. Menumbuhkan Ekonomi kreatif bagi masyarakat , selaras dengan kemajuan dan tujuan yang dicita-citakan, Bruno menjadi Kota Wisata di Kabupaten Purworejo. 

Ya, Bruno punya Curug Muncar di Kaliwungu, Sigendol atau Puncak Kayangan di Giyombong, Curug Kyai Kate di Gunung Condong dan Gunung Putri di Cepedak ada juga bukit indah di Watu Duwur, ungkapnya.

Lanjutnya, diungkapkan Netra satu hal yang menjadi pembeda, yakni selama setahun terakhir pihaknya mencoba mencari titik yang pas untuk olahraga paralayang dan paragliding. 

Dan kini sudah ditemukan, yakni di Bukit Pertapan dekat dengan Obyek Wisata Curug Muncar, ungkapnya.

Menurutnya, olahraga paragliding sangat cocok di Bruno yang memiliki kontur topografi wilayah pegunungan dengan turbulensi udara yang minim. Jarak take off dan landing juga tidak terlalu jauh.

Sudah dicoba dan betul menjadi daya tarik tersendiri, munculnya olahraga tantangan ini akan menjadi kekuatan sendiri dalam membranding Bruno. Kami optimis bisa mengundang wisatawan domestik dan mancanegara, tuturnya.

Sementara itu, Kades Kaliwungu Irawanto mengungkapkan, kehadiran paragliding di Kaliwungu mendapat sambutan antusias warga, hal itu menjadi pelecut semangat pemerintah desa Kaliwungu khususnya dan Kecamatan Bruno umumnya serta Kabupaten Purworejo harapannya untuk menaikkan nama Bruno sebagai titik kunjungan wisata potensial di Kabupaten Purworejo. 

Ini sebuah kesempatan yang harus ditangkap dan digarap secara maksimal, ucapnya.

Ketua Pokdarwis Sejuta Pesona Desa Kaliwungu Hasanudin menambahkan, bahwa Pokdarwis atau kelompok sadar wisata yang bertugas mengelola obyek wisata Curug Muncar berikhtiar  membuka wahana wisata baru yaitu wisata paralayang, sehingga dengan harapan bisa mengangkat wisata Curug Muncar akan lebih berkembang dan banyak wisatawan datang ke desa Kaliwungu.

Ini satu-satunya potensi wisata paralayang yang ada di Purworejo, salah satu ukiran sejarah baru buat Purworejo, katanya.

Terpisah, Pegiat Paragliding Rahman Hadi Hidayat, warga Wonoroto, Kecamatan/Kabupaten Purworejo mengungkapkan, Kaliwungu memiliki potensi yang sangat besar untuk olahraga paragliding. 

Pegunungan di Kaliwungu menghadap keselatan dan tubulensinya sangat kecil, in sangat mendukung sekali, selain itu titik take off juga dekat dengan obwis Curug Muncar yang terkenal, secara keamanan sangat aman hanya butuh pembenahan yang bisa dilakukan sambil jalan, seperti akses jalan menuju titik take off dan landasan pacunya, ungkapnya.

Ditambahkan, survei pertama tim paragliding sempat mencoba, di hari pertama ada lima penerbangan yang berjalan mulus dan lancar. Titik take off hingga landing jaraknya sekitar 2,2 kilometer dengan ketinggian 650 meter diatas permukaan laut (Mdpl). 

Sangat representatif untuk paragliding, ini bisa menjadi home base para pecinta paragliding jika digarap maksimal, pungkasnya.