Sandiaga Juluki Pandanrejo Sebagai The New Zealand of Indonesia
Wisata

Sandiaga Juluki Pandanrejo Sebagai The New Zealand of Indonesia

Kaligesing,(purworejo.sorot.co)--Dengan berhasilnya masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2021 yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Desa wisata Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, berhasil masuk nominasi ADWI tahun 2021 setelah menyisihkan peserta yang seluruhnya berjumlah 1.831 desa wisata.

Sehingga dengan prestasinya tersebut, desa yang memiliki wisata alam dan terkenal sebagai penghasil kambing unggulan Ras Kaligesingnya dikunjungi langsung oleh Menteri Parekraf, Sandiaga Salahudin Uno, Selasa (12/10/2021) sore.

Kedatangan Mas Menteri sapaan akrabnya Sandiaga Uno disambut langsung oleh Bupati Purworejo Agus Bastian, Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Dandim 0708 Letkol Inf Lukman Hakim, Wabup Yuli Hastuti, dan para pejabat lainnya serta masyarakat sekitar.

Mas Menteri bersama rombongan mendatangi Padepokan Giridampyak lokasi peternakan ras kambing Kaligesing, dan ke bukit Gunung Gajah Pandanrejo.

Disela-sela kunjungannya Mas Menteri mengungkapkan, bahwa desa Pandanrejo sebagai penghasil kambing unggulan, sehingga mas Menteri menjuluki langsung desa Pandanrejo sebagai The New Zealand of Indonesia.

Ya, karena di Desa Pandanrejo jumlah kambingnya lebih banyak daripada jumlah warganya yaitu 5 ribu kambing dibanding jumlah warga yang hanya sekitar 1.500 orang menjadikan Pandanrejo layak mendapat julukan ini. Jadi tidak perlu ke New Zealand untuk melihat peternakan kambing unggul. Cukup datang berwisata ke sini Desa Pandanrejo saja, kata mas Menteri.

Sementara itu, Ketua Pengelola Desa Wisata Pandanrejo Desi Nugroho, saat memberikan paparan didepan mas Menteri dan rombongan menjelaskan berbagai potensi yang ada di desanya. 

Desa Pandanrejo ini berada di Perbukitan Menoreh dengan jumlah penduduk sekitar 1.500 orang. Sementara jumlah kambing Ras Kaligesing mencapai 5 ribu ekor tersebut. Jadi jumlah kambing di sini memang lebih banyak dari jumlah manusia, pungkas Desi.