Listrik Mati Saat Polisi Turun ke Desa Wadas, Kapolda: Tanya PLN
Peristiwa

Listrik Mati Saat Polisi Turun ke Desa Wadas, Kapolda: Tanya PLN

Purworejo,(purworejo.sorot.co)–Aliran listrik di Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo terputus pada Senin (7/2/2022) malam. Tepat sehari sebelum  aparat Polisi diterjunkan di desa setempat. Akibatnya warga mengaku kesulitan beraktivitas karena tidak tersedianya sumber listrik.

Warga menduga, putusnya aliran listrik ada campur tangan dari pihak-pihak tertentu agar warga kesulitan melakukan akses kominikasi. Hal itu diperkuat dengan tidak terputusnya aliran listrik di desa sekitar, desa tetangga. Selain listrik padam, warga juga mengeluhkan tidak adanya sinyal di wilayah setempat. 

Senin Polisi mendirikan tenda di lapangan Kaliboto tepatnya di belakang Polsek Bener. Malam harinya terjadi pemadaman listrik di Desa Wadas, sementara desa-desa sekitar tetap menyala,” bunyi rilis yang dikeluarkan oleh warga Wadas Melawan. 

Menanggapi hal itu, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi membantah adanya keterlibatan pihak polisi dalam upaya pemadaman aliran listrik di Desa Wadas. Ia menegaskan bukan hanya sinyal handphone yang sulit di Desa Wadas. Ia pun mengaku kesulitan berkomunikasi melalui handy talky (HT) karena tidak adanya akses jaringan.  

Jangankan handphone, HT-nya anggota itu di atas (Wadas) tidak bisa tembus itu. Jadi susah sinyal disana, saya menghubungi dari kemarin lewat HT susah,” kata Kapolda saat dalam jumpa pers di Mapolres Purworejo, Rabu (9/2/2022).

Listrik mati. Saya ga tau kenapa listrik itu mati, tanyakan ke PLN kenapa listrik mati. Itu bukan urusanya Polisi,” tegas Kapolda. 

Diberitakan sebelumnya, kericuhan terekam antara aparat polisi dengan warga Desa Wadas yang menolak tanahnya dijadikan objek quary oleh pemerintah demi kepentingan pembangunan Proyek Strategis Nasional Bendung Bener. Kericuhan terjadi saat polisi tengah mengamankan petugas BPN yang melakukan inventarisasi pengukuran tanah di desa setempat. Dalam insiden itu, polisi mengamankan sebanyak 64 warga yang diduga berbuat anarkis.