Bukan Ribuan, Kapolda Klaim Hanya Terjunkan 250 Personil di Desa Wadas
Peristiwa

Bukan Ribuan, Kapolda Klaim Hanya Terjunkan 250 Personil di Desa Wadas

Purworejo,(purworejo.sorot.co)–Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi  membantah adanya ribuan personil Polri yang diterjuan di Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo. Ia menegaskan hanya menerjunkan 250 angota polisi untuk melaksanakan tugas pengamanan.

Sebelumnya, beredar kabar ribuan anggota polisi mengepung Desa Wadas. Tidak hanya membuat resah dan takut, polisi juga mengamankan sebanyak 64 warga.

Dari personil yang kita kerahkan adalah 250 personil. Sudah disesuaikan kekuatan dan hakikat ancaman yang nanti timbul di sana. Di sana (Wadas) tidak ada ancaman. Jadi bukan ribuan seperti yang diframing,” tegas Kapolda saat konferensi pers di Mapolres Purworejo, Rabu (09/02/2022). 

Personil yang diterjunkan, jelas Kapolda, adalah anggota yang ditugasi untuk membackup 10 tim dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang melakukan pengukuran lahan warga. Petugas melakukan pengukuran 114 hektar lahan.  

Pengerahan anggota polisi ke Desa Wadas merupakan permintaan langsung, baik dari BPN maupun warga pro quary yang meminta perlindungan kepada polisi. 

Masing-masing tim kita bekali 20 personil untuk nempel di tim-tim BPN. Karena yang diukur itu banyak. Dan itu bagi habis 10 tim dengan harapan kecepatan pengukuran dapat dilakukan. Sehingga tidak ada anggota Polda ribuan masuk kampung, tidak ada,” ujarnya.

Kapolda menjelaskan Polri bentindak sebagai fasilitaor, dinamisator, dan pendampingan pelaksanaan kegiatan. Polda Jawa Tengah atas permintaan daripada BPN melakukan pendampingan pengamanan bagi masyarakat pro quary maupun kontra. 

Diberitakan sebelumnya, kericuhan terjadi antara aparat polisi dengan warga Desa Wadas yang menolak tanahnya dijadikan objek quary oleh pemerintah demi kepentingan pembangunan Proyek Strategis Nasional Bendung Bener. Kericuhan terjadi saat polisi tengah mengamankan petugas BPN yang melakukan inventarisasi pengukuran tanah di desa setempat. Dalam insiden itu, polisi mengamankan sebanyak 64 warga yang diduga berbuat anarkis. 

Saat ini sejumlah warga Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo terus memperjuangkan aspirasinya. Mereka menolak lahan subur miliknya ditambang oleh pemerintah. Suara penolakan terus dilakukan sejak 2017 silam. Aksi penolakan warga kerap menimbulkan insiden dengan pihak kepolisian, baik di Desa Wadas maupun di luar Wadas saat melakukan aksi demo.