Ratusan Sesaji Iringi Merti Desa Semagung Bagelen 2022
Budaya

Ratusan Sesaji Iringi Merti Desa Semagung Bagelen 2022

Bagelen,(purworejo.sorot.co)--Suasana Minggu (13/2/2022) pagi, ratusan warga membawa sesaji selamatan atau merti desa Semagung, Kecamatan Bagelen, di Balai Desa setempat.

Warga terlihat berbondong-bondong membawa tenong yang berisi walimah berupa nasi, sayur, lauk dan buah yang di wadahi dengan Panjang Ilang, yaitu keranjang atau tempat (wadah) walimah yang terbuat dari anyaman janur.

Selamatan desa atau merti desa digelar guna memohon keselamatan jagad cilik dan jagad gedhe kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Seksi acara merti desa, Prabandoko bersama Kades Semagung, Sunarno, mengatakan, selamatan Desa Semagung diadakan dua tahun sekali yang jatuh pada bulan Rejeb dan dilakukan oleh seluruh warga desa dengan acara inti memohon keselamatan jagad cilik dan jagad gedhe kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Di tahun 2022 ini selamatan Desa Semagung diadakan pada hari pinilih, yaitu Radite kasih (Minggu Kliwon), tanggal 12 Rejeb 1443 H atau 13 Februari 2022 M, bertepatan dengan Wuku Bala, Mangsa Kawolu, Tahun Alip, Windu Sancaya.

''Yang dimaksud jagad cilik adalah jagad diri manusia sekeluarga dan jagad gedhe adalah seluruh alam Desa Semagung seisinya,\

" jelas Prabandoko.

Dalam permohonan keselamatan atau merti desa itu, disertai dengan pembuatan dua macam uborampe sesaji, yaitu tiap kepala keluarga membuat walimah berwujud Tenong dan Panjang Ilang yang berisikan nasi, sayur, lauk dan buah.  

Sedangkan Kepala Desa dan perangkat membuat walimah berupa uborampe aneka sesaji seperti ingkung, jenang abang putih, jenang baro baro, golong giling, jajan pasar, tumpeng jagak papat, degan dan lainya.

''Sesuai kesepakatan pada Minggu tanggal 13 Februari 2022, tiap wilayah RT memukul kentongan sebagai tanda warga sudah waktunya membawa sesaji Tenong ke Balai Desa, sementara panitia Rejeban mengatur uborampe sesaji selamatan desa yang dibuat oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa dalam gelaran karpet di dalam Balai Desa,\

" katanya.

Disebutkan, ada sekitar 160 Tenong dan Panjang Inang yang di bawa oleh warga dari perwakilan 4 Pedukuhan yang ada. Tenong dan Panjang Inang itu dikumpulkan dan ditata ditempat yang telah ditentukan oleh panitia.

''Setelah sesepuh dan undangan duduk di Balai Desa serta rombongan Dalang dan wiyaga siap ditempatkan, maka acara diisi dengan penyampaian sejarah babad alas, mbangun desa, mengupas salah satu ajaran leluhur yang termuat dalam bahasa symbol yang ada pada salah satu uborampe sesaji (makna tenong, panjang ilang, tumpeng jagak papat dll) dan doa bersama.

Sementara itu diluar Balai Desa, pada lokasi yang telah ditetapkan, Tenong dari 4 Dusun dikumpulkan, ditata dan diolah oleh para petugas, yaitu makanan dalam Panjang Ilang ada yang saling ditukar, makanan dalam Panjang Ilang ada yang diambil untuk Dahar (makan) bagi wiyaga dan panitia dan diberikan kepada Pamong dan sesepuh desa serta sebagian untuk para pedagang yang berjualan di sekitar Balai Desa,'' bebernya.

Usai melakukan doa bersama dan menikmati hidangan, makan dan minum, seluruh warga dan tamu undangan menyaksikan Ringgit Purwa (wayang kulit) dengan lakon Merkukuan (Sri Mulih) oleh dalang Ki Sarjono dari Desa Bagelen pada siang hari dan lakon Semar Mbangun Kahyangan oleh dalang Ki Gunawan dari Desa Keduren pada malam hari.

''Ini adalah melestarikan warisan leluhur sebagai wujud syukur kepada Allah SWT yang sudah memberikan kenikmatan, kesehatan, rejeki, ketemtraman dan kesejahteraan, sekaligus sebagai sarana memupuk rasa gotong royong untuk menjadikan Desa Semagung yang kuat dan maju serta kompak. Harapanya masyarakat diberikan keselamatan, rejeki yang melimpah dan sejahtera,\

" pungkasnya.

Selamatan desa itu juga diisi dengan pagelaran wayang kulit sehari semalam.