Soal Tuntutan Warga Cabut IPL di Desa Wadas, Ganjar: Itu Masalah Teknis
Peristiwa

Soal Tuntutan Warga Cabut IPL di Desa Wadas, Ganjar: Itu Masalah Teknis

Purworejo,(purworejo.sorot.co) – Masyarakat Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo terus mendesak agar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo segera mencabut Izin Penetapan Lokasi (IPL) yang digunakan sebagai bekal mengeruk kekayan batuan andesit di perut bumi Wadas.

Desakan terhadap Ganjar juga disampaikqn warga saat Gubernur Jawa Tengah itu menyambangi Desa Wadas pada Minggu (13/2/2022). Ganjar yang disambut antusias masyarakat penolak penambangan diminta untuk segera mencabut IPL penambangan batuan andesit agar masyarakat Desa Wadas kembali hidup tenang dan rukun.

Mukti, salah seorang perwakilan warga penolak penambangan mengungkapkan, penolakan masyarakat Desa Wadas terhadap penambangan adalah harga mati. Dengan alasan apapun, masayarakat tidak membuka pintu tawar menawar. Baginya Wadas adalah alam dan tempat tinggal yang harus dijaga kelestarianya sampai anak cucu nanti.

"Menolak sampai kiamat,” tegas Mukti.

Menanggapai hal itu, Ganjar belum mengambil sikap terkait tuntutan warga, bagi dirinya saat ini situasi kondusif dan kerukunan warga menjadi hal prinsip yang harus diselesaikan. Ia menyatakan bahwa soal IPL merupakan masalah teknis yang akan segera dievaluasi.  

"Oh belum (pencabutan IPL), itu masalah teknis yang mau kita bicarakan. Jadi tidak sekedar kita bicara cabut atau tidak cabut (IPL) ya, tapi kita bicara teknis itu yang saya katakan akan kita evaluasi,” kata Ganjar saat ditanya awak media.

"Semua opsi (tambang) masih ada peluang, kenapa, karena teknisnya mesti kita bicarakan terlebih dahulu,” imbuh Ganjar.

Terkait adanya berbagai opsi batuan andesit yang dapat ditambang oleh pemerintah selain di Desa Wadas, Ganjar mengatakan saat ini belum membicarakan masalah pilihan lain. Bahkan ia mengaku belum mengetahui ada alternatif lain selain di Desa Wadas.

"Saya belum tahu, karena pengusulnya juga bukan saya,” kata Ganjar.

Di Desa Wadas, Ganjar yang datang tanpa pengawalan disambut ratusan warga kontra di Masjid Jami’ Nurul Huda. Warga juga memberikan suguhan beragam hasil bumi asli tanah Wadas. Hal itu ditunjukan sebagai bukti Desa Wadas merupakan tanah subur yang selama ini menjadi penopang mata pencaharian warga.