Kian Terpinggirkan, Kerajinan Pandai Besi Krandegan Terancam Punah
Sosial

Kian Terpinggirkan, Kerajinan Pandai Besi Krandegan Terancam Punah

Loano,(purworejo.sorot.co)--Maraknya produk pisau dapur dan benda tajam yang diproduksi oleh pabrik baik buatan dalam negeri maupun impor membuat usaha karajinan pandai besi di yang telah turun temurun oleh warga Dukuh Krandegan, Desa Kalisemo, Kecamatan Loano semakin terpinggirkan. Tak heran di tengah kalahnya persaingan dengan produk pabrik tersebut yang lebih murah dengan kualitas yang juga mumpuni, omset para perajin pandai besi menurun tajam.

Hal tersebut diakui oleh seorang perajin pandai besi di Dukuh Krandegan, Widiyanto. Ia mengatakan bahwa saat ini perajin sudah banyak yang memutuskan untuk meninggalkan usaha seperti yang selama ini mereka geluti. Sejak beberapa waktu terakhir ini, pesanan masyarakat untuk membuat parang, alat pertanian atau benda-benda tajam lainnya jauh merosot drastis.

"Masalahnya sekarang ini kian banyak penjualan parang, alat pertanian, dan benda tajam yang terbuat dari besi di pasaran. Rata-rata buatan pabrik," tutur Widiyanto, Jumat (18/08/2017).

Produk pabrik tersebut, ia nilai memang cukup berkualitas dengan bentuk tampilan yang lebih memikat. Hal inilah yang membuat masyarakat lebih memilih langsung membeli di pasaran daripada memesan kerajinan besi ke perajin. 

"Apalagi harga di pasaran lebih terjangkau, dampaknya pemesanan pembuatan parang, kapak, dan alat-alat pertanian ke pandai besi kian berkurang," bebernya

Lebih lanjut ia menuturkan, hanya saja ia bersyukur, lantaran banyak perajin yang alih profesi ini akhirnya dirinya masih mendapat pesanan dari segelintir masyarakat yang masih setia membuat parang, alat pertanian dan sejenisnya melalui olahan tangan.

"Ya lumayanlah seperti cangkul masih banyak yang membeli, apalagi yang memang dari dulu sudah langganan," katanya.

Yang menjadi keprihatinannya, menurut Widiyanto adalah ancaman kepunahan. Menurutnya, ketrampilan yang dimilikinya terancam tidak bisa dilanjutkan ke generasi selanjutnya. Prospek yang buruk seperti yang terjadi saat ini membuat generasi muda jaman sekarang kurang berminat untuk menggeluti usaha pandai besi dan memilih bidang lain sebagai jalan hidupnya.

Ya mau gimana lagi, mungkin sudah waktunya berakhir dan sayalah yang terakhir,” tandasnya.