Hari Terakhir Lebih Ramai Penonton, Karnaval Umum Lebih Diminati Dari Karnaval Batik?
Sosial

Hari Terakhir Lebih Ramai Penonton, Karnaval Umum Lebih Diminati Dari Karnaval Batik?

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Puncak karnaval pembangunan yang digelar Pemerintah Kabupaten Purworejo sepanjang Kamis (24/08/2017) siang berlangsung meriah. Berbeda dengan hari sebelumnya yang lebih mengetengahkan konsep Batik Carnival menonjolkan parade busana yang menarik, pada karnaval kali ini para peserta mengenakan kostum bebas dan diikuti oleh peserta umum.

Beragam kostum, mulai dari pakaian tradisional, adat, kesenian hingga fashion modern ditambah kreasi dan atraksi komplit terekam jelas pada gelaran karnaval kali ini. Hampir seluruh jalan yang dilalui peserta karnaval dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan kemeriah puncak karnaval itu.

Masyarakat rela berdesak-desakan dalam kondisi cuaca panas demi melihat dari dekat aneka sajian dari peserta karnaval. Tercatat, sebanyak 46 peserta tampil maksimal ditambah dengan sajian 5 grup drumband dari SMP dan 8 grup drumband dari SMA/SMK sederajat. Pantauan di lapangan, gelaran karnaval kali ini lebih banyak dipadati masyarakat yang ingin menonton.

Beberapa kalangan masyarakat berharap adanya kebijakan penerapan Purworejo Carnival tidak akan menghilangkan keberadaan karnaval umum. Secara sajian, karnaval umum dinilai lebih meriah dan tidak membosankan.

Kemarin (saat Purworejo Carnival SMA/SMK,red) saya tidak lihat. Lebih bagus karnaval umum karena lucu-lucu dan unik dengan aneka kostum yang ditampilkan. Selain itu ada pesan yang terkandung dalam setiap penampilan peserta karnaval, tidak seperti kemarin, hanya bagus-bagusan batik,” kata Sugiyarti (33), warga Desa Ganggeng, Kecamatan Purworejo yang datang bersama suami dan anaknya.

Sejak awal dirinya memang berniat melihat karnaval umum dibandingkan karnaval tingkat sekolah karena dirasa lebih ramai dan semarak. Apalagi banyak ornamen dan kostum yang menarik dari pada hanya sekedar kostum batik.

"Yang jelas ada drumbandnya, ada kesenian tradisionalnya, itu jadi ramai dan anak saya senang," tambahnya.

Kondisi serupa disampaikan Supriyanto (55) pendidik yang tinggal di Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo. Dirinya berharap karnaval umum dapat dilestarikan dan menjadi agenda tahunan, tidak tergantikan dengan konsep Purworejo Carnival. Karnaval adalah pesta rakyat yang bisa mendatangkan massa dari berbagai penjuru di Kabupaten Purworejo.

"Melihat dari antusiasme warga datang melihat ini, tampaknya sangat jauh dibandingkan pelaksanaan hari sebelumnya. Ini tidak bisa ditinggalkan," kata Supriyanto.

Dia merasa sah-sah saja Pemkab memberikan kebijakan baru soal adanya Purworejo Carnival sebagai pendukung Romansa Purworejo 2020. Hanya saja, hiburan untuk masyarakat umum yang tersampaikan melalui karnaval umum tetap dilestarikan.

"Saya lihat semua bisa berjalan bersama-sama. Masyarakat yang akan memilih," tambahnya.