Alumni Mengajar, Ahli Mobil Listrik Indonesia Beri Motivasi Ratusan Siswa SMAN 1 Purworejo
Pendidikan

Alumni Mengajar, Ahli Mobil Listrik Indonesia Beri Motivasi Ratusan Siswa SMAN 1 Purworejo

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Kecintaan terhadap suatu bidang menjadi motivasi terbaik untuk berinovasi di bidang tersebut. Semangat berusaha dan belajar menjadi modal penting bagi setiap orang agar mampu memenuhi cita-citanya. Hal ini pula yang dirasakan Dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Dr. Muhammad Nur Yuniarto yang tidak pernah absen berinovasi di dunia automotif.

Di depan ratusan siswa SMAN 1 Purworejo, Nur Yuniarto tak henti-hentinya memotivasi siswa SMAN 1 Purworejo. Nur yang merupakan Muda Ganesha angkatan 1993, mengaku bahwa prestasinya di bidang otomotif dengan memciptakan teknologi baru mobil dan motor listrik bukan merupakan usaha yang mudah dilakukan. Ada banyak proses yang harus dilalui.

"Oleh karenanya, sebagai kakak angkatan, saya meminta kepada seluruh siswa SMAN 1 ini jangan pernah takut bercita-cita dan jangan pernah takut dengan kegagalan," ungkapnya.

Nur mengungkapkan, bahwa SDM masyarakat Indonesia sebenarnya tidak pernah kalah dari bangsa manapun. Semuanya tergantung pada kemauan. Hal itu dibuktikan dengan tampilnya beberapa produk otomotif karya dari anak bangsa yang mampu bersaing dengan karya-karya dari berbagai negara. 

"Sebenarnya cuma kita mau saja atau tidak, jadi jangan pernah berhenti untuk belajar, teruslah merasa bodoh, jangan pernah merasa pintar," pesan Nur yang disambut riuh tepuk tangan para siswa.

"Tidak ada hukum, aturan yang melarang Indonesia harus kalah, artinya kita sama dengan mereka. Yang kalah kita cuma kulit, kita gelap mereka putih," imbuhnya.

Pada bagian lain, ahli matematika yang kini tengah disibukkan dalam kegiatan penelitian kendaraan listrik ini meminta agar para siswa mempelajari matematika dengan benar. Pasalnya selama ini, siswa dianggap kurang tepat dalam mempelajari matematika. Kebanyakan siswa mencoba memahami matematika dengan metode menghafal rumus-rumus yang njelimet.

"Kalau setiap rumus dihapalkan, saya yakin kepala kalian akan pecah, matematika itu dipahami dengan memahami konteks di sekitar, artinya jika paham konteksnya maka paham cara mengerjakan matematika. Jadi mumpung masih muda, manfaatkan ruang kelas kalian guna memahami setiap pelajaran yang kalian terima, jangan pernah merasa lelah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1, Padmo Sukoco, MPd mengungkapkan, program alumni mengabdi memang menjadi agenda rutin SMAN 1 guna memotivasi para siswa. Diharapkan dengan kegiatan semacam ini para siswa mampu termotivasi untuk belajar lebih giat.

"Para siswa tidak hanya dibekali pelajaran akademik, kita beri kesempatan alumni untuk mengajar agar menginspirasi para siswa," ujarnya.