Penyebab Kecelakaan Maut di Banyuurip, Truk Alami Kerusakan King Pen
Peristiwa

Penyebab Kecelakaan Maut di Banyuurip, Truk Alami Kerusakan King Pen

Banyuurip,(purworejo.sorot.co)--Kecelakaan maut melibatkan truk dan sepeda motor terjadi di Jalan Purworejo - Yogyakarta Km. 08 tepatnya di Desa Wangunrejo, Kecamatan Banyuurip, pada Selasa (12/9/2017) sore. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan petugas Unit Laka Satlantas Polres Purworejo, diduga kuat truk mengalami kerusakan pada King Pen.

Anggota Unit Laka Satlantas Polres Purworejo, Bripka Hendro Wahyudi, mengatakan, sebelum kecelakaan terjadi, pengemudi truk bernopol AA 1974 CB, Triyono (36) warga Desa Grantung, Kecamatan Bayan, sudah merasakan keanehan pada kendaraannya. Truk yang melaju dari arah selatan, sempat berhenti dan menepi di bahu jalan sebelah barat dengan keadaan mesin menyala.

Pengemudi merasakan merasakan ada ketidak layakan pada kendaraannya, sehingga ia menepi. Setelah dirasa normal, kemudian pengemudi melanjutkan perjalanan,” kata Bripka Hendro Wahyudi.

Beberapa saat kemudian, saat memasuki jalan utama tiba-tiba laju kendaraan tidak bisa dikendalikan sehingga truk mengarah serong kanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Vario bernopol AA 4105 VL yang dikendarai Fajar Lindrianto (45) warga Desa Wirun RT 02/ RW 04 Kecamatan Kutoarjo, berboncengan dengan Rantiyem (55) Warga Desa Kentengrejo RT 02/ RW 01, Kecamatan Purwodadi. 

Kecelakaan diduga terjadi karena mobil truk mengalami kerusakan pada King Pen, sehingga mobil tidak bisa di belokkan. Akibatnya pengemudi kaget dan melaju serong ke kanan kemudian menabrak kendaraan dari arah berlawanan,” tandasnya.

Usai tabrakan, truk masih terus melaju menyeret motor di bawah kolong truk, sedangkan pengemudi dan pembonceng motor terlempar. Truk baru berhenti setelah menabrak sebuah pohon di pinggir jalan.

Akibat kecelakaan itu, pengemudi motor Fajar Lindrianto mengalami cidera berat pada bagian kepala dan meninggal dunia pada saat perjalanan menuju rumah sakit. Sedangkan pembonceng, Rantiyem, masih setengah sadar karena mengalami cidera pada bagian kepala dan hingga kini masih dirawat di RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo.