Tantangan NU Semakin Berat, An-Nawawi Didik Santri Penggerak NU
Sosial

Tantangan NU Semakin Berat, An-Nawawi Didik Santri Penggerak NU

Purworejo, (purworejo.sorot.co) – Gencarnya rongrongan Islam radikal yang semakin menggerogoti bangsa Indonesia menimbulkan keprihatinan tersendiri bagi dunia Pesantren. Tak terkecuali, Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo. Guna membekali para santri dan alumni agar menjadi kader Nahdlatul Ulama (NU) yang tangguh mengemban Islam Ahlisunnah Waljamaah, mereka digembleng dalam kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU).

Pendidikan kader yang digelar selama dua hari Senin – Selasa (12-13/9/2017) tersebut secara khusus menghadirkan instruktur dari PBNU. Puluhan santri nampak antusias mengikuti rangkaian materi kegiatan yang diberikan oleh pemateri kompeten sesuai bidangnya.

Pengasuh PP An-Nawawi, KH Achmad Chalwani berharap para santri dan alumni yang mengikuti pengkaderan tersebut dapat menjadi penggerak organisasi NU di lingkungannya masing-masing. Serta dapat menjadi benteng pencegah maraknya Islam radikal saat ini.

"Pendidikan Kader Penggerak ini kami gelar untuk mempersiapkan kader NU yang tangguh sehingga dapat berjuang di tengah-tengah masyarakat. Terlebih saat ini tantangan NU cukup besar," katanya, Senin (12/9/2017) malam di Gedung Rektorat STAI An-Nawawi.

Menyadur dari pidato mantan Ketua PBNU, KH Idham Cholid yang beberapa kali hadir di PP An-Nawawi, NU ini ibarat burung garuda yang akan terbang. Sayap kanan dan kirinya harus fit. Kedua sayap tersebut adalah kekuatan kultural dan struktural.

"Sayap kanannya seperti tarekat, tahlilan, manaqiban, mujahadah, kenduri, riyadlah, dan tradisi kultural NU yang lain. Sedangkan di sayap kiri ada IPNU, PMII, GP Ansor, Banser, beserta segenap neven-nevennya yang struktural. Jadi, kedua-duanya harus berjalan seiring-seirama. Jika hanya satu, takkan bisa terbang,” jelasnya.

Ketua Panitia Ahmad Abdul Fatah, SSy, ME mengungkapkan, pengkaderan tersebut diikuti oleh 57 santri dan alumni PP An-Nawawi. Dikatakannya, peserta pengkaderan tersebut mayoritas di dominasi oleh santri-santri yang berasal dari luar Jawa.

"Memang kami memprioritaskan santri yang berasal dari luar Jawa. Disamping penggeraknya masih cukup minim, tantangan NU disana juga relatif berat. Harapannya, alumni pengaderan ini dapat memperkuat gerakan NU di kampung halamannya," tandasnya.

Dikatakannya, pelatihan kader penggerak NU untuk santri dan alumni tersebut adalah angkatan pertama. Ke depan akan dilaksanakan dengan angkatan ke-2 dan seterusnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Purworejo, KH Hamid AK SPdI memberikan apresiasi terhadap PP An-Nawawi yang memiliki inisiatif untuk menggelar pengaderan NU bagi santri dan alumninya. Menurutnya, kegiatan ini tentu sangat positif untuk memperkuat NU secara struktural ketika para santri tersebut telah kembali ke tengah masyarakat.