Budaya Literasi Rendah, Masyarakat Masih Terlalu Mudah Sebar Informasi Belum Terverifikasi di Media Sosial
Pemerintahan

Budaya Literasi Rendah, Masyarakat Masih Terlalu Mudah Sebar Informasi Belum Terverifikasi di Media Sosial

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Pemanfaatan media sosial di Indonesia yang berkembang luar biasa perlu diiringi dengan sikap bijak dalam berbagi informasi. Saat ini perkembangan teknologi informasi kehidupan di dunia nyata tidak pararel dengan kehidupan di dunia maya.

”Di dunia nyata kita masih bisa saling menghargai, saling menghormati, tapi di media sosial sekarang lebih banyak didominasi konten negatif berupa ujaran kebencian, provokasi, fitnah, sikap intoleran dan penyebaran paham yang bertentangan Pancasila dan UUD 1945,

" ungkap Kabid Statistik dan IT Dinas Komunikasi dan Informasi (Dinkominfo) Kabupaten Purworejo, Sri Palupi, Rabu (13/09/2017).

Dengan dinamika informasi yang berlangsung cepat sekali dan mudah dipertukarkan melalui gawai, menurut Sri Palupi setiap orang menjadi sangat mudah berbagi informasi. Hanya dengan satu klik saja, sebuah informasi atau pesan bisa disebar ke ratusan bahkan ribuan relasi.

10 persen membuat konten negatif, kemudian 90 persen menyebarkannya dengan sukarela. Bagaimana kalau kita balik 10 persen membuat konten positif dan 90 persen menyebarkan dengan sukarela?, ajaknya.

Lebih lanjut ia menghimbau kepada pengguna media sosial di Purworejo agar lebih berhati-hati. Selain itu pihaknya juga menghimbau kepada pengguna media sosial agar tidak sembarangan mengakses atau membagikan berita, gambar, video di akunnya masing-masing. Terutama yang kebenarannya masih diragukan.

"Ini untuk menghindari penyebaran berita hoax atau berita bohong yang tidak bisa dibuktikan kebenaran atas informasi yang disampaikan," bebernya.

Sri Palupi mengungkapkan, di Indonesia termasuk di Purworejo berita hoax dapat dengan cepat menyebar di medsos dan menjadi konsumsi publik. Kondisi ini disebabkan akibat rendahnya budaya literasi dari masyarakat pengguna internet.

"Masyarakat malas membaca dan mencerna pengetahuan itu. Sehingga begitu ada informasi langsung dengan mudah men-sharenya tanpa melakukan sharing dan mengkroscek terlebih dahulu," tandasnya.