Dana Olahraga Tak Kunjung Bisa Dicairkan, Pemerintah Abaikan Pembinaan?
Pemerintahan

Dana Olahraga Tak Kunjung Bisa Dicairkan, Pemerintah Abaikan Pembinaan?

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Komitmen pembangunan sektor olahraga oleh Pemkab Purworejo patut untuk dipertanyakan. Hingga saat ini, bantuan anggaran dari Pemkab Purworejo untuk cabang-cabang olahraga belum turun. Akibatnya, proses pembinaan olahraga di Purworejo saat ini menjadi tersendat lantaran memang ketiadaan dana. Tak heran apabila prestasi atlet-atlet Purworejo di berbagai ajang menjadi melempem lantaran kurangnya persiapan.

Salah satu cabang olahraga yang mengeluhkan macetnya pendanaan dari pemerintah adalah sepakbola.

Diungkapkan oleh Ketua Umum PSSI Purworejo, Angko Setyarso Widodo hingga saat ini, pihaknya masih belum bisa mencairkan dana hibah KONI. Selama ini, pihaknya hanya bisa pasrah dengan keadaan dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

"Mau berkembang susah jika tidak ada dana. Itu KONI yang tanggung jawab untuk persiapan maupun pemberangkatan cabor. Semoga KONI tanggap dan lebih matang dalam mempersiapkan maupun membina olahraga di Purworejo," keluh dia, Rabu (13/09/2017).

Selama ini, para pengurus di masing-masing cabor, khususnya sepakbola menurut Angko sudah mengerahkan segala daya upaya agar kegiatan maupun pembinaan bisa tetap berlangsung meski dana dari pemerintah tak kunjung bisa dicairkan. Bahkan, rata-rata saat ini para pengurus cabor sudah menombok bahkan sampai hutang di bank maupun mencari sponsor untuk menutup biaya kegiatan dan pembinaan. 

"Seperti beberapa bulan yang lalu saat perhelatan ajang Piala Soeratin. Kesebelasan Ikatan Sepak Bola Purworejo (ISP) harus pontang panting mencari dana, bahkan sampai ada pengurus yang menggadaikan mobil di bank," ungkapnya.

Ia berharap agar keadaan semacam ini bisa dicarikan solusi oleh pemerintah maupun para penggiat olahraga di Purworejo. Angko tidak ingin persoalan semacam ini berlarut-larut sehingga menghambat pengembangan potensi maupun bakat atlet Purworejo.

Kalau berprestasi yang bangga siapa? Ya pemerintah dan seluruh warga masyarakat Purworejo,” ucap Angko.

Sementara itu, Manager Tim ISP, Sabdono Budi saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut menyatakan bahwa permasalahan kekurangan dana ini memang betul adanya. Ia mengaku saat perhelatan Piala Suratin, ia sampai harus menggadaikan mobilnya di bank. Uang tersebut ia gunakan untuk membiaya tim ISP agar bisa mengikuti kompetisi lantaran memang dana dari induk organisasi tidak ada.

"Betul seperti itu kondisinya, bahkan rencana kami memutar kompetisi juga terhambat. Kita berharap ingin segera cair agar program kerja PSSI dan ISP dapat di laksanakan," pungkasnya.