Kasat Reskrim : Buat Atau Hanya Menyebar Kabar Hoax Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda 1 Miliar
Hukum & Kriminal

Kasat Reskrim : Buat Atau Hanya Menyebar Kabar Hoax Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda 1 Miliar

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Banyak yang menyebut bahwa arus media informasi di media sosial oleh netizen Indonesia sangat berbahaya. Sejumlah postingan yang kontroversial dan bahkan tak jarang berbau fitnah dan hinaan banyak mondar-mandir di beranda media sosial. Aparat pun mulai bertindak dengan menangkap sejumlah pelaku yang memposting ujaran-ujaran kebencian dan provokasi di media sosial. Salah satu kasus besar yang saat ini sedang ditangani adalah penangkapan jaringan penyebar hoax Saracen.

Terbongkarnya jaringan penyebar hoax yang manyaru sebagai portal berita ini membuka tabir perihal adanya bisnis penyebaran kabar bohong di media sosial. Tanpa memedulikan efek sosial negatif yang mungkin terjadi, sejumlah portal berita tetap saja menyebar berita hoax ke masyarakat dengan berbagai cara sesuai dengan orderan yang diterima.

Kondisi bisnis semacam ini semakin subur lantaran masyarakat masih sangat mudah menyebarkan sebuah berita meski belum terverifikasi. Banyak netizen yang tidak mengetahui bahwa mengirimkan atau menyebarkan kabar bohong (hoax), atau bahkan cuma sekadar iseng mendistribusikan atau membagikan (share) terancam hukuman pidana. Ancaman hukumannya pun tidak main-main, yaitu pidana penjara maksimal enam tahun dan/atau denda Rp 1 miliar.

Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Khalid Mawardi meminta masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menyebar suatu kabar maupun berita. Salah-salah, kata Kholid, masyarakat yang tidak tahu apa-apa bisa tersangkut pidana.

"Bagi Anda yang suka mengirimkan kabar bohong (hoax), atau bahkan cuma sekadar iseng mendistribusikan (forward), harap berhati-hati. Ancamannya memang tidak main-main, karena memang efeknya sangat meresahkan," katanya, Kamis (14/09/2017).

Ia menambahkan penyebar informasi hoax terancam Pasal 28 ayat 1 dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Mulai saat ini setiap orang harus berhati-hati dalam menyebarkan pesan berantai lewat perangkat elektronik. Saat ini banyak pesan hoax yang berseliweran di tengah masyarakat. Yang mem-forward, disadari atau tidak, juga bisa kena karena dianggap turut mendistribusikan kabar bohong," imbuh dia.

Dia meminta kepada masyarakat agar bersikap teliti saat mendapat pesan berantai yang sekiranya hoax. Mereka diharapkan tidak sembarang mem-forward kepada lainnya.

"Laporkan saja kepada polisi. Pesan hoax harus dilaporkan ke pihak berwajib karena sudah masuk dalam delik hukum," ucap Khalid.

Setelah laporan diproses oleh pihak kepolisian, baru kemudian polisi bisa melakukan penyidikan dengan bekerja sama bersama Kominfo dan segenap operator telekomunikasi.