Duh, Warga Purworejo Masih Jadikan Sungai Tempat Sampah Raksasa
Sosial

Duh, Warga Purworejo Masih Jadikan Sungai Tempat Sampah Raksasa

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Memasuki musim kemarau, debit air di beberapa sungai di Kabupaten Purworejo mulai mengalami penyurutan. Alhasil, tumpukan sampah rumah tangga dan produksi nampak berserakan khususnya di sungai yang berada di kawasan perkotaan.

Warga di kawasan Kelurahan RT 2 RW 8, Kelurahan Sindurjan merupakan salah satu yang mengeluhkan kondisi sungai pada musim kemarau ini. Saban hari, sampah yang berserakan di salah satu titik aliran Sungai Kedung Putri menjadi pemandangan rutin bagi warga. Di kawasan tersebut memang tepat dilewati oleh aliran sungai.

Ya sudah rutin tiap tahun kalau masuk kemarau pasti begini. Hanya saja belum separah tahun lalu,” ujar Eni (48) warga Kelurahan Sindurjan, Minggu (17/09/2017).

Dia mengatakan, pada tahun lalu memang warga sangat terganggu. Tak hanya pemandangan saja yang menjadi kumuh, akan tetapi juga serangan bau busuk yang harus dihadapi.

Sering sekali ada yang buang sampah produksi atau pengolahan produk rumahan mulai dari sampah plastik dan lain sebagainya ke sungai,” keluh dia.

Warga lainnya, Arif (24) memastikan bahwa sampak-sampah yang menumpuk tersebut tidak berasal dari warga setempat. Arif meyakini bahwa warga di daerahnya sudah sadar terhadap dampak membuang sampah di sungai lantaran mereka mengalami sendiri. Lantaran itulah ia berani memastikan bahwa sampah-sampah tersebut tak berasal dari warganya. Diperkirakan sampah itu, berasal dari kawasan lain yang terbawa aliran sungai.

Ini nampaknya kiriman dari hulu, setahu saya warga sini sudah paham bahwa membuang sampah ke sungai akibatnya akan dirasakan sendiri, baik itu banjir atau seperti saat ini (penumpukan sampah),” tuturnya.

Ia berharap ada sikap dari pemerintah mengantisipasi penumpukan sampah di sungai. Karena meski warga sekitaran sungai tidak membuang sampah, namun warga lain yang sengaja melintas membuang sampah tidak bisa dibendung.

Memang sulit membuat kesadaran masyarakat secara tiba-tiba. Tapi minimal ada upaya dari pemerintah untuk mengantisipasi ini. Bukan hanya berdasarkan kepentingan kami yang merupakan warga aliran sungai, tapi yang paling penting adalah untuk menjaga kelestarian sungai,” pungkasnya.