Enam Tahun Jatuh Bangun, PNS Ini Kini Jadi Pahlawan Buah Lokal
Sosial

Enam Tahun Jatuh Bangun, PNS Ini Kini Jadi Pahlawan Buah Lokal

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Purworejo memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah diantaranya buah-buahan yang beragam. Tetapi sangat disayangkan buah lokal Purworejo masih belum menjadi raja di tanah sendiri. Saat ini, pasar di Purworejo masih dikuasai oleh buah yang berasal dari luar kota bahkan buah dari luar negeri.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Ir. Medi Susilo yang merupakan Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo berusaha mengembangkan tanaman holtikultura buah lokal unggulan tanpa mengenal musim di halaman dan sebagian lahan miliknya secara semi organik.

"Latar belakangnya ketika saya mau membeli buah di pasaran Purworejo, ternyata buahnya bukan berasal dari Purworejo. Buah yang ada di pasaran Purworejo bahkan hampir semuanya kecuali pisang berasal dari luar daerah. Itu yang kemudian mendorong saya untuk bisa menyediakan produksi buah-buahan secara mandiri di Purworejo," ungkapnya, Senin (18/09/2017).

Selama 6 tahun terakhir, Medi berusaha mendalami segala macam ilmu mengenai metode penanaman buah secara semi organik. Sejumlah kegagalan ia alami selama proses tersebut. Namun hal tersebut tak membuatnya menyerah. Percobaan demi percobaan tak lelah ia lakukan untuk mencari formulasi yang tepat guna mendapatkan tanaman yang produktif sekaligus memiliki kandungan nutrisi yang bagus.

Ia menambahkan, buah yang berasal dari luar menurutnya belum jelas kandungannya. Bisa saja lantaran sebagian besar diberikan pestisida secara berlebihan. Padahal buah dengan kandungan pestisida sangat berbahaya apabila dikonsumsi secara terus menerus.

Jadi yang paling penting tanaman buah bisa produktif sekaligus juga sehat dan tidak berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya.

Tak hanya mendapatkan hasil yang cukup baik, kerja keras Medi juga berbuah penghargaan. Pada tahun 2011 silam, ia mendapatkan penghargaan adi karya pangan nusantara. Untuk level kompetisi, gelar juara 1 tingkat provinsi dan juara 2 tingkat nasional untuk kategori tanaman lokal unggulan pernah ia sabet.

Meski demikian, Medi mengungkapkan tak ingin hanya menyimpan ilmu tersebut untuk dirinya sendiri. Ia mempersilahkan kepada masyarakat untuk datang ke rumahnya dan bersama-sama belajar. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk mengembangkan tanaman buah lokal, akan semakin baik.

"Sekarang ada 30 jenis dan 60an varietas yang saya kembangkan dan kuasai. Silakan datang ke rumah saja," bebernya.