Bonsai, Ajang Seni Tak Terbatas Berharga Tinggi Sekaligus Sarana Pelestarian Alam
Komunitas

Bonsai, Ajang Seni Tak Terbatas Berharga Tinggi Sekaligus Sarana Pelestarian Alam

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Bagi pecinta ilmu botani, bonsai merupakan tanaman yang sudah tidak asing ditelinga. Tanaman yang populer di Negeri Bunga Sakura ini memang bukan tanaman biasa. Melainkan tanaman dengan sejuta keindahan hasil olah seni manusia. Bonsai merupakan apresiasi keindahan bentuk dahan, daun, batang, dan akar pohon. Bonsai kerap hadir dalam bentuk mungil tanpa kehilangan kesan tua. Tak ayal, keberadaanya kerap dicari oleh penggemarnya, bahkan dengan keindahanya, bonsai sering dibandrol dengan harga selangit.

Seiring waktu, perkembangan seni nonsai terus mengundang daya tarik tersendiri bagi para pecintanya. Di Purworejo, masyarakat yang gandrung akan hobi Bonsai diwadahi dalam Pekumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) cabang Purworejo. Bagi PPBI Purworejo, Merawat bonsai tidak hanya sekedar hobi semata, bonsai menjadi ekspresi seni, luapan olah jiwa, serta upaya melestarikan lingkungan yang semakin hari kian rusak oleh kepentingan manusia.

"Bonsai itu never ending art, seni yang tidak akan pernah mati. PPBI Purworejo merupakan wadah bagi penggemar untuk turut serta menjaga dan melestarikan alam," ungkap Ketua PPBI Purworejo, Adi Guna Pratama saat ditemui di kediamannya, Rabu (18/10/2017) siang.

Bagi pria yang telah menggeluti hobi bonsai selama belasan tahun ini, bonsai merupakan salah satu upaya PPBI turut serta melestarikan alam Purworejo. Diketahui, Kabupaten Purworejo memiliki karakteristik tanah yang subur untuk beragam jenis tanaman yang dapat dibonsai. Namun saat ini, keberadaan bonsai di Purworejo kian berkurang seiring banyaknya pembalakan alam yang terus dilakukan dengan dalih kepentingan manusia. 

Awalnya, bonsai lestari hidup di Purworejo, bahkan Kabupaten Purworejo dikenal dengan icon daerah berupa Pohon Serut. Bonsai jenis Serut asli Purworejo dikenal lebih baik dari pada bonsai dari daerah lain. Selain karena usia tuanya, Serut Purworejo dikenal mempunyai ciri khas tersendiri, yakni perbedaan bentuk pohonnya yang memiliki dahan lebih kuat. Namun kini, lanjut Adi, akibat pembalakan hutan, bonsai Serut sulit ditemukan di Purworejo.

"Sampai kini masih terkenal Bonsai Serut Purworejo, namun ya itu sekarang sulit mencarinya," ungkap pria yang juga menggemari dunia binatang ini.

Selain Serut, dilanjutkan Adi, Purworejo juga dikenal sebagai tanah yang bagus menumbuhkan pohon Wahong, Asem dan Sisir. Ketiganya dikenal merupakan pohon tua yang memiliki bentuk lebih bagus dari pohon jenis yang sama dari daerah lain.

"Wahong itu banyak tumbuh di daerah pesisir, tapi sekarang habis karena pantai telah digerus disulap jadi tambak udang. Di sisi lain, juga banyak pemburu bonsai yang menjarah bakalan bonsai di Purworejo," ujar pria yang kini konsen menggeluti kebun Bonsai milik sendiri di Kelurahan Mranti Purworejo berisi lebih dari 50an jenis tanaman Bonsai.

Melalui PPBI, kini para pecinta Bonsai kembali berupaya mengibarkan bendera Kabupaten Purworejo sebagai kota penghasil dan pelestari Bonsai terabaik. Beragam kegiatan dan upaya telah dilaksanakan PPBI, diantaranya dengan membentuk komunitas Bonsai Lima Kota yang belum lama ini telah mengadakan pameran Bonsai Nasional di Purworejo. Melalui Bonsai, PPBI yang memiliki sedikitnya 40an anggota ini turut serta menjaga alam Purworejo.

Bagi PPBI, hobi membonsai bukan merupakan hobi mahal. Dengan keuletan, bonsai murah dapat disulap menjadi bonsai indah bernilai ekonomis tinggi. Memang menghasilkan bonsai yang cantik dengan liuk indah dahan serta daunya bukan merupakan hal yang mudah. Dibutuhkan ketelitian, kesabaran, serta ketelatenan. Semua itu bisa dikerjakan dengan rajin mencari dan awas memilih bakalan bonsai yang baik.

"Bonsai tidak harus mahal, tapi bisa mahal. Bisa dihasilkan dari pohon sampah, dirawat sehingga menjadi bagus," ungkap mantan ketua Departemen Informasi dan Buletin PPBI pusat.

PPBI Purworejo sendiri lahir sekira tahun 1970an, menjadi organisasi hobi terbesar pada masanya. Namun seiring waktu dan problematika saat itu, PPBI sempat lama vakum. Baru di era 2011an, PPBI kembali aktif menjadi organisasi hobi yang konsen terhadap pelestarian lingkungan. Saat ini dengan 40an anggota, sedikitnya 800an bonsai tumbuh di Kabupaten Purworejo di bawah bendera PPBI‎.