Bedah Film Wage, Kisah Pemuda Purworejo‎ Pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia
Peristiwa

Bedah Film Wage, Kisah Pemuda Purworejo‎ Pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Sebuah film yang menceritakan perjalanan Wage Rudolf (WR) Supratman, berjudul Wage sukses dibedah bersama ratusan guru sejarah SMA dan SMP sederajat se-Purworejo, di Pendopo Kabupaten, Senin (7/11/2017) siang.

Diketahui, bedah film biopik berdurasi 118 menit itu menampilkan Rendra sebagai pemeran tokoh WR Supratman, serta sederet aktor dan aktris lainnya, seperti Tengku Rifnu Wikana, Annisa Putri Ayudya, dan Priscilia Nasution.

Beragam narasumber dari berbagai kalangan dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Menjadi menarik, mengingat kontroversi cerita hidup WR Supratman.

Soekoso DM, budayawan Purworejo menegaskan, sejarawan asal Kabupaten Purworejo memilik andil besar dalam penulisan sejarah ulang kelahiran WR Soepratman. Pasalnya, sebelum pelurusan sejarah dilakukan, WR Soepratman tercatat sebagai bayi yang dilahirkan di Jakarta.

Namun sejarah tersebut dibantah sesuai putusan Pengadilan Negeri (PN) Purworejo 2007, WR Soepratman dilahirkan di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Purworejo 19 Maret 1903.

"Bahwa memang, kehidupan WR Soepratman ini sangat unik, ngeres (tragis), jadi saya sangat mengapresiasi pembuatan film Wage," ungkapnya.

Sementara itu, Julianto Ibrahim, dosen UGM Yogyakarta menekankan, saat ini perlu dilakukan penulisan ulang sejarah WR Soepratman. Mengingat saat ini tidak sedikit banyak buku sejarah yang masih menuliskan kelahiran WR Soepratman tanggal 9 Maret 1903 di Jatinegara, bukan sebagai mana putusan PN Purworejo dari berbagai kajian sejarah. 

"Jadi saya kira ini tugas guru-guru sejarah yang disini untuk meluruskan sejarah kepada para siswa," ujarnya.

John De Rantau, sutradara film Wage menambahkan, semangat yang dibawa dalam film Wage merupakan semangat pluralisme, semangat pemersatu anak bangsa. Wage merupakan sosok idealis yang tangguh, sosok anak bangsa yang mampu menanamkan nilai-nilai persatuan dalam sebuah lagu.

"Bahwa, WR Soepratman merupakan sosok pemersatu. Dia pahlawan, dia seniman serba bisa, musisi, novelis dan juga pahlawan," katanya.