Aktor Pemeran Film WR Soepratman Sebelumnya Mengaku Dapat Bisikan
Peristiwa

Aktor Pemeran Film WR Soepratman Sebelumnya Mengaku Dapat Bisikan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Aktor pemeran Wage Rudolf (WR) Soepratman, Rendra Bagus Pamungkas, dalam film Wage mengaku sedikit kesulitan dalam memainkan perannya. Pasalnya, ia yang merupakan aktor teater mengaku tidak bisa memainkan biola layaknya WR Soepratman.

"Yang sulit memang menginterpretasikan peran WR ketika dia memegang biola. Jika saya harus belajar biola waktunya tidak cukup, akhirnya saya hanya belajar anatomi biola, agar wasis dalam memainkan biola," katanya kepada sorot.co, Selasa (7/11/2017).

Kesulitan lain yang ia alami yakni data yang menggambarkan sosok WR Soepratman dinilainya minim. Ia mengaku harus bersusah payah belajar dari berbagai pengarang buku tentang WR Soepratman. Bahkan tidak hanya sekali, Rendra harus datang ke Desa Somongari, Kaligesing untuk belajar mengenal sosok Wage. 

"Memang cukup sulit, saya ke ke Somongari benar-benar riset, saya belajar tentang WR Soepratman disana, dan saya juga sowan ke rumah mendiang dan ke makam Mbah WR," imbuhnya.

Rendra yang ternyata merupakan keturunan asli Purworejo, tepatnya Desa Kemanukan, Kaligesing ini mengaku sempat mengalami peristiwa rohani ketika datang ke tanah kelahiran, rumah dan makan WR Soepratman. Meski tidak memiliki basic musik biola, dan kesulitan menginterpretasikan WR Soepratman, namun dengan keyakinan dan dorongan pencipta lagu Indonesia dalam rohani, ia menyatakan siap dan mantap memerankan WR Soepratman.

"Saya benar-benar mengalami delusi. Saya 200 meter sebelum ke rumah lahirnya WR Soepratman, saya menangis sejadi-jadinya. Di makan saya seperti mendapat bisikan yang sekarang jadi tagline film, yakni Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badanya," terang Rendra yang juga penyuka benda-benda pusaka ini.

"Menurut saya memerankan WR itu lebih kepada peristiwa susah diucapkan kata-kata, dimakan saya mengucapka Bapak saya mohon maaf, tidak bisa main musik, repesnetasi dengan Bapak," imbuhnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, saat ini menjelang pemutaranya, ia mengharap film perdana sebagai aktor utama ini mampu menginsiprasi masyarakat Indonesia untuk lebih cinta tanah air. Mencintai indonesia sebagai sebuah negara kesatuan dengan beragam etnis, suku, budaya dan agama. Sebagaimana ruh lagu Indonesia raya, ruh persatuan.

Sementara itu, Jhon De Rantau, produser Film Wage mengaku butuh waktu riset lama dalam penggarapan film Wage. Minimnya data menjadi penyebab utama. Oleh karenaya ia tidak mengambil resiko bermain dalam akting kontroversi. Ia lebih menceritakan tentang sosok pemersatu bangsa Indonesia yang hidup penuh dengan perjuangan.

"Sedikitnya mengupas WR butuh 8 buku, kita temui pengarangnya, kita riset sedalam mungkin. Sebenarnya film ini awalnya akan digarap pemerintah, namun fim Wage kalah dengan film G30/SPKI," katanya.

John De Rantau, menambahkan, bahwa film berdurasi 118 menit besutannya mengangkat nasionalisme. Semangat pluralisme yang dicontohkan Wage lewat film itu diharapkan alat pemersatu pemersatu anak bangsa. WR Soepratman merupakan sosok wartawan, seniman, dan pahlawan idealis yang tangguh. Sosok anak bangsa yang mampu menanamkan nilai-nilai persatuan, khususnya melalui lagu kebangsaan ciptaannya Indonesia Raya.

"Spirit Wage anak Purworejo ini yang harus kita munculkan. Wage berbicara tentang pluralisme dan bukan primodialisme. Film ini sangat pantas disampaikan kepada masyarakat luas tentang spirit kebangsaan ," tandasnya.