Hati-hati ! Penipuan Berkedok Penjualan Bubuk Pemberantas Nyamuk
Peristiwa

Hati-hati ! Penipuan Berkedok Penjualan Bubuk Pemberantas Nyamuk

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Maraknya penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, menjadi peluang penipuan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dengan menjual obat penanggulangan wabah DBD dan chikungunya. Dengan aksi yang diduga kuat hanya tipu-tipu ini, pelaku mendapat keuntungan dari hasil menjual serbuk yang diakuinya bisa mencegah merebaknya wabah DBD.

Pelaku mengaku dari tim pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan berkeliling ke beberapa daerah di Kabupaten Purworejo.Mereka mendatangi warga dengan tujuan menjual satu paket serbuk seharga Rp 50 ribu.

Salah satu korban warga Desa Megulunglor, Kecamatan Pituruh, Achmad Lutfi Hakim Anna mengaku sudah membeli bubuk tersebut seharga Rp 15 ribu, dengan disertai kuitansi pembelian. Karena ada keterangan dari oknum tersebut seluruh warga dianjurkan untuk membeli.

"Mereka sedikit memaksa, awalnya Rp 30 ribu, tapi saya nego jadi Rp 15 ribu," ungkapnya, Sabtu, (11/11/2017).

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, Sudarmi mengatakan, pegawai Dinas Kesehatan Purworejo tidak pernah menjual serbuk tersebut kepada masyarakat. Apabila memang ada pembagian bubuk Abate yang dilakukan oleh dinas, menurut Sudarmi, pasti dilakukan secara cuma-cuma atau gratis. 

"Kami imbau kepada masyarakat untuk mengabaikan, kalau perlu dilaporkan kepada pihak terkait jika masih terjadi," imbaunya.

Pihaknya menjamin, kegiatan penjualan serbuk pembasmi nyamuk itu bukan dari Dinas Kesehatan. Pelaku dituding hanya memanfaatkan momen dimana musim seperti ini memang masyarakat harus waspada terhadap penyakit demam berdarah. Ia berharap, masyarakat waspada dan tidak mudah percaya.

Bukan pegawai dinkes. Tapi mereka ngaku-ngaku saja. Apalagi puncak musim hujan yang identik dengan musim DBD menjadi celah siapapun mendapatkan keuntungan dengan menjual Bubuk Abate, sehingga masyarakat tertarik membelinya,” imbuhnya. (Dana)