Tahapan Kampanye Dianggap Paling Rawan, Panwas Ajak Masyarakat Ikut Andil
Politik

Tahapan Kampanye Dianggap Paling Rawan, Panwas Ajak Masyarakat Ikut Andil

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Masa kampanye dinilai menjadi tahapan yang paling rawan pelanggaran selama penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2018 mendatang.

Menanggapi hal itu, Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten (Panwaskab) Purworejo menyatakan, akan terus menyiapkan strategi antisipasi untuk meminimalisasi adanya potensi pelanggaran dalam tahapan tersebut. Hal itu salah satunya dilakukan dengan menggandeng masyarakat untuk turut berpartisipasi mengawasi jalanya tahapan pemilu.

Hal itu mengemuka dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif pada Sabtu (11/11/2017) sore di Aula Hotel Ganesha, Purworejo. Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Panwaskab Rinto Hariyadi bersama komisioner Panwaskab Anik Ratnawati dan Ali Yafie serta sejumlah pemateri dari berbagai elemen masyarakat.

Masih sama dengan penyelenggaraan Pemilu tahun-tahun sebelumnya, masa kampanye masih menjadi yang paling rawan pelanggaran,” kata Rinto.

Disebutkan, berdasarkan analisis yang dilakukan, potensi pelanggaran terbesar yang terjadi yakni money politic. Meski demikian, pihaknya mengaku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencegahnya. 

Salah satu langkah dan strategi yang akan dilakukan yakni dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat menjadi pengawas pemilu partisipatif. Mereka yang berasal dari berbagai kalangan dan usia akan diajak untuk turut melakukan pengawasan dan pelaporan.

Pelatihan kali ini menitik beratkan pada bagaimana melibatkan unsur masyarakat dari ragam elemen untuk turut berpartisipasi menjadi pengawas,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, pelatihan yang diisi oleh sejumlah narasumber yang terkait dengan kepemiluan. Selama sehari, peserta dibekali materi serta simulasi pengawasan dan pelaporan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui langkah ini, kami berharap potensi-potensi pelanggaran yang ada dapat dicegah. Tidak hanya pada tahapan kampanye, emalinkan seluruh tahapan mulai awal hingga akhir,” katanya.

"Keseluruhan rangkaian kegiatan ini digelar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, kelompok disabilitas sebagai peserta, dengan jumlah peserta sebanyak 70 orang," imbuhnya menandaskan.

Sementara salah satu pemateri, Ketua PC GP Ansor Purworejo H. M. Haekal menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi Pemilu mendatang. Meski bukan panitia, namun masyarakat dapat turut mengawasi jika sewaktu-waktu terdapat pelanggaran yang ditemukan dalam setiap tahapan pemilu.

"Tidak usah takut, jika ada temuan kesalahan, laporkan saja. Suksenya Pemilu, baik Pilgub, Pilpres maupun Puleg tergantung kita semua," tandasnya.