Tiga Syarat Belum Dapat Dipenuhi, Pembahasan Revisi RTRW Mandek
Pemerintahan

Tiga Syarat Belum Dapat Dipenuhi, Pembahasan Revisi RTRW Mandek

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Pembahasan revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) di Purworejo mandek. Pasalnya terdapat tiga persyaratan krusial yang belum dapat dipenuhi. Masing-masing yakni rekomendasi gubernur, koordinasi dengan Kementerian Tata Ruang, serta penentuan titik ordinat.

"Kalau tiga item itu belum dilengkapi, tentu kami tidak bisa membahasnya," tandas Ketua Panitia Khusus (Pansus) Revisi RTRW Purworejo Prabowo, Senin (13/11/2017).

Menurutnya, proses untuk mengurus tiga item itu butuh proses dan waktu. Sedangkan persyaratan lain tergolong mudah lantaran hanya berkaitan dengan surat-surat bupati. Apalagi Bupati Purworejo Agus Bastian, jauh-jauh hari meminta jajarannya segera melengkapi persyaratan yang masih kurang sebelum Desember 2017. 

"Kalau tiga item itu sudah ada, Desember kami berani membahasnya, dan akan meminta Bamus (Badan Musyawarah) DPRD untuk menjadwalkan kembali," terang Prabowo.

Sebelumnya, dalam pembahasan revisi RTRW yang diajukan eksekutif itu telah diparipurnakan untuk dilakukan perpanjangan waktu. Permintaan perpanjangan waktu dalam paripurna itu menyusul belum terpenuhinya sejumlah persyaratan, setelah dilakukan pembahasan oleh Pansus sebanyak dua kali.

Sehingga, ketika syarat nanti sudah dipenuhi, maka akan dijadwalkan Banmus agar ditindaklanjuti oleh Pansus. Prabowo menegaskan, pihaknya tidak menghambat adanya revisi RTRW. Justru pihaknya membantu eksekutif dalam melengkapi persyaratan yang masih kurang.

Sementara Kasi Perencanaan dan Pemanfaatan Ruang Bidang Cipta Karya dan Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Purworejo, Anggit Wahyu Nugroho menyampaikan, pada 2011, Perda Nomor 27/2011 tentang RTRW Kabupaten Purworejo Tahun 2011-2031 telah ditetapkan.

Dengan demikian, pada 2016 yang lalu, perda tersebut telah memasuki tahun kelima, sehingga saat ini memperoleh kesempatan ditinjau kembali untuk disesuaikan dengan isu-isu pembangunan yang menonjol di Purworejo.

Isu-isu tersebut meliputi rencana pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo yang berbatasan langsung dengan Purworejo, serta rencana pembangunan Bendungan Bener di Kecamatan Beber dan Gebang yang berbatasan dengan Wonosobo.

Selain itu rencana pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional di Kecamatan Bener yang berbatasan dengan Kabupaten Magelang dan rencana pembangunan jalan bebas hambatan (tol) yang menghubungkan Kawasan Strategis Nasional (KSN) Yogyakarta dengan KSN Cilacap.

"Keempat isu strategis tersebut tentunya mendorong Kabupaten Purworejo untuk lebih responsif dalam melakukan penataan ruang wilayahnya," jelasnya.