Revitalisasi Alun-alun Dinilai Lamban dan Serampangan, Dewan Minta Bupati Tegas
Peristiwa

Revitalisasi Alun-alun Dinilai Lamban dan Serampangan, Dewan Minta Bupati Tegas

Revitalisasi Alun-alun Dinilai Lamban dan Serampangan, Dewan Minta Bupati Tegas

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Anggota Komisi B DPRD Purworejo, Sutardi, meminta pemerintahan Agus Bastian untuk tegas menegur penggarap proyek revitalisasi Alun-alun. Pasalnya proses pembangunan dinilai lamban dan perlu banyak pembenahan.

Hal itu ia tegaskan usai melakukan inspeksi mendadak di kawasan Alun-alun. Pengawasan tersebut dilakukan menindak lanjuti ragam tanggapan miring masyarakat menyoal proyek revitalisasi Alun-alun Purworejo.

Dalam kesempatan itu, komisi B tidak hanya sendiri, ketua komis C DPRD, Muh Dahlan, beserta anggota nampak hadir menyempatkan diri melihat lebih dekat proses pembangunan.

"Saya kira Bupati harus tegas kepada pihak pengarap, untuk hasil sementara pembangunan kurang memuaskan, saya lihat masih banyak yang harus dibenahi," ujar Tardi.

Beberapa garapan, menurut Sutardi, perlu dibenahi, salah satu diantaranya pemasang paving. Menurutnya, pemasangan paving Alun-alun Purworejo itu terlihat serampangan, hal itu nampak dari deretan paving yang tidak tertata rapi dan mudah dicopot. 

"Sebelum memasang paving seharusnya tanah diadatkan terlebih dahulu, bukan sebaliknya, dipasang lalu dipadatkan, itu bisa dilihat, banyak yang pecah, harusnya lebih teliti, kalau ini harus dibongkar, bongkar total," tegasnya.

"Katanya kemarin Pak Bupati memerintahkan untuk dibongkar, saya kira harus tegas, sudah dilaksanakan atau belum," imbuhnya.

Disisi lain Sutardi menambahkan, melihat progres pembangunan yang akan selesai kurang dari 50 hari lagi ini, ia meminta pihak penggarap untuk menggeber pembangunan agar penggarapan selesai sesuai waktu yang telah ditentukan.

"Harus dikebut, agar selesai tepat waktu, jangan sampai molor karena jika molor akan berimplikasi buruk bagi pemerintah," ujarnya.

Menanggapi hal itu, penasihat pelaksana proyek pembangunan, Ari Arifin, menjelaskan pemasangan paving telah sesuai prosedur kontruksi. Ia menandaskan bahwa yang disangkakan oleh legislator mengenai pemasangan paving adalah tidak benar.

"Sudah dilakukan pemadatan sebelum dipasang, kam sudah pasang sesuai standar pembangunan, namun mungkin sewaktu pemadatan tidak dilihat," ujarnya.

Mengenai adanya teguran dari Bupat untuk membongkar seluruh paving, Ari menjelaskan hingga saat ini pihaknya belum menerima teguran secara langsung untuk memasang ulang paving Alun-alun.

"Saya belum terima teguran secara langsung. Dan saya siap buka-bukaan jika memang dibutuhkan, biar masyarakat tahu," ujar Ari.