Dampak Konflik Internal, DPP Paguyuban Warga Bagelen Membubarkan Diri
Komunitas

Dampak Konflik Internal, DPP Paguyuban Warga Bagelen Membubarkan Diri

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Konflik internal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Paguyuban Warga Bagelen kian meruncing. Dampak resistensi internal yang tidak selesai, seluruh DPP Paguyuban Warga Bagelen membubarkan diri beberapa waktu lalu. Pembubaran merupakan pertimbangan akhir lantaran perbedaan pandangan yang sangat prinsipil antar pengurus.

"Ya 15 pengurus ditambah dewan penasehat dan pembina mengundurkan diri. Mungkin ini jalan terbaik bagi organisasi PWB," ungkap ketua PWB R Yulianto, JS SH saat dikonfirmasi sorot.co, Senin (13/11/2017).

Usai membubarkan diri, para pengurus kemudian mendeklarasikan organisasi baru sebagai wadah wayah Bagelen yang tersebar di berbagai daerah. Mereka mendeklarasikan diri dengan nama Paguyuban Wayah Bagelen (PWB) pada 10 November 2017 lalu. 

"Akhirnya sebagai langkah selanjutnya, kami eks Paguyuban Warga Bagelen mendeklarasikan Paguyuban Wayah Bagelen. Keputusan ini menjadi langkah final usai didiskusikan bersama sebagian pengurus wilayah Bandung serta simpatisan warga Bagelen perantauan," kata Yulianto.

Keputusan merubah nama dipilih agar organisasi dapat lebih luas menjangkau seluruh anak keturunan bumi Bagelen. Pemilihan pergantian nama dari Warga ke wayah diharapkan membawa perubahan dan kemajuan, kedepan warga Bagelen mampu lebih solid, bersatu padu membangun bumi Bagelen.

"Semoga kedepan lebih baik, kita ganti dari warga ke wayah, karena kata warga itu pengertianya sangat terbatas," katanya.

Dijelaskan, Wayah yang diambil dari kata bahasa Jawa yang berarti Cucu dimaksudkan agar organisasi dapat mencakup seluruh cucu warga Bagelen, mencakup semua garis keturunan Bagelen secara keseluruhan. Tidak terbatas pada kelan atau trah tertentu, serta tidak terbatas pada daerah tertentu tempat domisili Anggota PWB.

"Jadi anggotanya mencakup seluruh keturunan Bagelen baik yang tinggal di tanah kelahiran atau kampung halaman, maupun diperantauan di seluruh penjuru dunia," katanya.