November Cerianya Purworejo, Wadah Inovasi dan Kreasi
Ekonomi

November Cerianya Purworejo, Wadah Inovasi dan Kreasi

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Penutupan acara November Cerianya Purworejo yang diinisiasi oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) berlangsung meriah. Beragam kegiatan pelatihan digelar selama sebulan penuh. Kegiatan yang dirangsang bagi masyarakat agar mau mengunjungi perpustakaan itu berhasil menjadi inovasi positif bagi Dinarpusda dalam membangun citra perpustakaan.

Beragam penampilan menarik dari peserta lomba acara November Cerianya Purworejo seperti, pidato bahasa Prancis, Inggris, lagu anak, cerita anak dan lain-lain berhasil membius ratusan penonton yang memadati pendopo Wakil Bupati Purworejo, Kamis (31/11/2017) malam.

Kepala Dinarpusda Purworejo Tri Joko Pranoto menyampaikan kegiatan November Cerianya Purworejo merupakan agenda perdana Dinarpusda. Beragam kegiatan pelatihan juga diisi guna menyemarakan kegiatan tersebut. Pelatihan tersebut diantaranya, melukis, fotografi dan film, rias wajah, desain grafis, pembuatan website, kelas bahasa Jepang, Prancis, pelatihan autocad, komputer dan lain sebagainya.

Dijelaskan, kegiatan diarahkan untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam peningkatan pengetahuan dan kualitas sumber daya masyarakat. Tujuannya agar mewujudkan peran perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat dalam peningkatan pengetahuan serta ketrampilan melalui berbagai macam kegiatan

"Kami harapkan masyarakat bisa semakin mencintai perputakaan. Tapi tidak saja cinta, karena harus mendatangani dan memanfaatkannya juga. Maka kita inisiasi kegiatan yang ceria, bagi anak-anak hingga orangtua," kata Tri Joko Pranoto atau akrab disapa Menot ini.

Sementara itu, dalam sambutanya Wakil Bupati Yuli Hastuti menyatakan, perpustakaan dengan kreatifitas kegiatan yang telah diagendakan selama sebulan tersebut dapat menjadikan perpustakaan sebagai rumah kedua bagi warga masyarakat Purworejo. 

"Perpustakaan itu merupakan wahana belajar sepanjang hayat untuk pengembangan potensi masyarakat. Tujuannya jelas agar menjadikan warga sebagai manusia yang cerdas, beriman, mandiri, demokratis dan bertanggungjawab," ujar Wakil Bupati Yuli.

Berperan punya fungsi vital di tengah masyarakat dadlam peningkatan kualitas hidup, perputasaan harusnya bisa memuat informasi yang mencerdaskan dan juga bisa mengajak masyarakat berinsipirasi untuk membuat suatu karya yang bermanfaat bagi diri dan orang lain serta dapat menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai ekonomis.

"Kalau bisa merealisasikan hal ini, tentu menjadi hal yang luar biasa bagi Arpusda," tegas Wakil Bupati.

Yuli meminta agar perpustaan daerah bisa bertransformasi menuju pusat informasi pembelajaran yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat melalui peningkatan akses terhadap layanan yang relevan. Bukan perkara yang mudah, karena selama ini citra negatif perpustakaan masih tetap melekat dimana perpustakaan identik dengan tempat yang membosankan dan membuat orang malas datang.

"Ini harus dihilangkan agar perpustakaan benar-benar bisa menjadi pusat untuk belajar dan berkegiatan masyarakat yang berbasis teknologi informasi," katanya.