Usulan Perubahan Dapil Kian Santer Dibicarakan Para Politisi
Politik

Usulan Perubahan Dapil Kian Santer Dibicarakan Para Politisi

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Usai mengemuka dalam rapat kordinasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purworejo beberapa waktu lalu, usulan perubahah daerah pemilihan (Dapil) kian menjadi perbincangan para politisi di Kabupaten Purworejo.

Usulan perubahan dapil mencuat atas respon sejumlah partai politik yang menginginkan adanya dinamika baru dalam perpolitikan di Purworejo. Selain itu, perubahan dinantikan sebagai wujud inovasi dari lembaga penyelenggara pemilu.

"Jika ini dilakukan (perubahan Dapil) nantinya tentu KPU mendapat apresiasi lantaran berani melakukan inovasi," ungkap Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Nasdem Purworejo Abdullah, Jumat (1/12/2017).

Perubahan teritorial dapil, menurut Abdullah sangat penting. Mengingat dari enam dapil Purworejo sebanyak 16 kecamatan yang masing-masing belum bersesuaian antara satu kecamatan dengan lainnya di satu Dapil tersebut. Harusnya, penyatuan wilayah menjadi satu Dapil harus mempertimbangkan karakterstik masyarakat dan wilayahnya. 

Misalnya dapil 1 yang terdiri atas Kecamatan Purworejo dan Kaligesing, keduanya merepresentasikan dua wajah berbeda, antara pedesaan dan perkotaan. Sementara keberadaan wakil rakyat selama ini masih didominasi dari wilayah perkotaan. Dan hal itu terus berulang dari pemilu satu ke pemilu berikutnya.

"Padahal, terpilihnya wakil rakyat itu mestinya mewakili unsur masyarakat di mana ia berasal," jelasnya.

Sedangkan Kaligesing yang berada di wilayah pegunungan itu berbeda dari berbagai hal dengan Kecamatan Purworejo, seperti karakteristik serta kondisi sosial budaya masyarakatnya.

Lebih lanjut, idealanya menurut Abdullah, Kecamatan Purworejo yang masuk Dapil satu bisa digabung dengan Kecamatan Banyuurip yang memiliki karakteristik hampir sama. Untuk Kaligesing bisa digabung dengan Kecamatan Loano pada Dapil lain yang sama-sama wilayah pegunungan.

Abdullah yang kini menjabat sebagai Ketua KONI Purworejo itu menambahkan, penyelenggaraan pemilu tidak hanya diukur dari suksesnya pelaksanaan pesta demokrasi tersebut, namun juga out put yang nyata.

"Pastinya wakil rakyat hasil demokrasi mampu merepresantasikan dan membawa asprasi masyarakat. Terobosan KPU nanti bisa menjadi sejarah baru serta mengubah peta perpolitikan yang dinamis di Purworejo," ujarnya.

Usulan perubahan Dapil juga disampaikan perwakilan dari Partai Amanat Nasional Yusron. Menurutnya, KPU bisa meminimalisasi sisa pemilih dalam penghitungan penataan Dapil dan alokasi kursi pemilu 2019.

"Mestinya KPU tidak hanya membuat seperti apa adanya dan selesai. Namun perlu skenario dan perhitungan tepat dengan tetap berpegang pada tujuh prinsip yang telah ditetapkan," kata Yusron.

Tujuh prinsip tersebut yakni kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem pemilu yang profesional, proposional, integralitas wilayah, berada dalam cakupan wilayah yang sama (coterminus), kohesifitas, dan kesinambungan.

"Adanya usulan tersebut kami tampung untuk ditindaklanjuti dalam Rakor lanjutan," jelasnya.