Meski Cuaca Aman, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Peristiwa

Meski Cuaca Aman, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Informasi yang diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hingga 12 Desember 2017 mendatang, cuaca di Kabupaten Purworejo diprediksi masih relatif aman. Meski demikian, warga yang tinggal di daerah rawan bencana diminta untuk tetap waspada.

Hujan diprediksi masih sampai bulan Januari, tapi sampai 12 Desember nanti perkiraan cuaca tidak seekstrem beberapa hari kemarin. Prinsipnya harus tetap waspada karena cuaca kan mudah berubah,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Boedi Hardjono, Kamis (7/12/2017).

Kewaspadaan tersebut harus tetap dijaga, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah terdampak bencana, seperti Desa Jelok dan Donorejo Kecamatan Kaligesing. Seperti diketahui, kedua desa mengalami bencana tanah longsor dan tanah bergerak hingga mengakibatkan sejumlah retakan yang mengkhawatirkan. 

Retakan tanah di sejumlah titik di kedua desa cukup parah. Sejumlah warga terdampak tetap kami himbau selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa serta BPBD,” jelasnya.

Terkait bencana di kedua desa, lanjut Boedi Hardjono, BPBD terus melakukan pemantauan dan tindakan pascabencana. Alat berat yang beberapa hari kemarin diterjunkan di Desa Donorejo, pada Rabu (6/12/201) pagi telah digeser ke Desa Jelok untuk merampungkan evakuasi pengerukan material tanah yang menutup akses jalan.

Kami monitor 24 jam,” sebutnya.

Hingga saat ini, sejumlah warga terdampak bencana tanah bergerak di dua desa masih dihimbau untuk mengungsi sementara. Untuk mengetahui dan menganalisis risiko retakan tanah, BPBD akan mendatangkan tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.

Kami sudah menyampaikan surat ke PVMBG Bandung berkaitan dengan rekahan itu tadi pagi. Butuh kajian analisis berkaitan dengan masyarakat. Apakah layak atau tidak tanah yang mereka tempati setelah mengalami keretakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik, Hery Susanto menambahkan bahwa cuaca ekstrem sejak 26-29 November lalu telah menyebabkan kerusakan 5-6 rumah warga di Desa Jelok dan 1 rumah rusak berat di Desa Donorejo. Selain itu, sejumlah infrastruktur jalan juga mengalami kerusakan akibat retakan tanah.

Logistik bantuan bagi para pengungsi kami pantau aman. Pemulihan masih terus kita lakukan,” katanya.

Selain melakukan pemulihan di lapangan, BPBD juga telah mengajukan SK penetapan status tanggap darurat. Berdasar SK itu, BPBD lalu menyusun SK permohonan bantuan bagi para korban terdampak bencana.

Bantuan yang kita ajukan ke Pemkab dan Provinsi sesuai dengan kondisi masing-masing,” jelasnya.

Menurut Hery, dalam draf SK per 6 Desember, bantuan diajukan untuk 5 unit rumah rusak total, 33 unit rumah rusak berat, 1 korban meninggal dunia, 1 orang korban luka dirawat di rumah sakit, dan perbaikan 2 mushala.

Data ini dinamis dan dimungkinkan masih terus berkembang. Karena itu kami tetap melakukan penyesuaian,” sebutnya.