Cegah Penimbunan Pupuk, Polres Lakukan Sidak di Gudang Penyimpanan
Peristiwa

Cegah Penimbunan Pupuk, Polres Lakukan Sidak di Gudang Penyimpanan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Dalam rangka memastikan kesediaan pupuk menjelang musim tanam padi di Kabupaten Purworejo, jajaran kepolisian melakukan pengecekan kesediaan di beberapa pangkalan penyimpanan.

 

Pengecekan terkhusus untuk pupuk bersubsidi, salah satu gudang yang diperiksa adalah Gudang Pusri yangbterletak di Jalan Gajah Mada dan pangkalan pupuk di Desa Bayan, Selasa, (09/01/2018).

"Kegiatan ini dalam rangka memastikan stok pupuk bagi petani masih tersedia," jelas Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya, Rabu (10/01/2018).

Teguh menambahkan, dalam memasuki musim tanam padi, pihaknya akan selalu memantau stok dan harga pupuk di pasaran. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi lonjakan harga akibat dari kelangkaan. 

"Jangan sampai nanti harga pupuk memperberat para petani kita," imbuhnya.

Sementara stok pupuk pada musim tanam kali ini cukup aman. Untuk pupuk bersubsidi sampai saat ini ada 500 ton jenis Ureayang terdapat di Gudang Pusri.

"Stok itu didapat dari pengiriman Cilacap beberapa waktu lalu," bebernya.

Sedangkan untuk harga di pasaran untuk pupuk Urea Rp 1.800,-/kg, jenis yang lain seperti SP-36 cukup tinggi yaitu Rp.2.000,-/kg. Sementara untuk yang jenis ZA Rp. 1.400,-/kg. Untuk harga yang paling mahal adalah pupuk jenis NPK yang mencapai Rp. 2.300,-/kg.

"Untuk harga terendah yaitu pupuk Organik yang perkilonya hanya Rp 500," imbuhnya.

Teguh berharap kepada pengurus gudang pupuk Pusri dan pemilik pangkalan/toko pupuk agar tidak menyimpan ataupun menimbun pupuk bersubsidi. Supaya penyaluran tepat sasaran kepada petani. Sesuai dengan regulasi yang ada bahwa dalam pembelian pupuk bersubsidi juga diatur dengan menggunakan kartu tani.

"Jadi untuk pupuk bersubsidi tersebut tidak dijual bebas dipasaran dan setiap pembelian pupuk harus membawa kartu tani," pungkasnya.