Muncul Suara Pletak-Pletak Saat Hujan Deras, Satu Keluarga Tak Berani Tinggal di Rumah
Peristiwa

Muncul Suara Pletak-Pletak Saat Hujan Deras, Satu Keluarga Tak Berani Tinggal di Rumah

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Hujan deras yang mengguyur wilayah Purworejo beberapa waktu lalu mengakibat dampak cukup serius bagi keluarga Rian Egi, warga RT 2 RW 3 Desa Kalijambe, Kecamatan Bener. Pasalnya kondisi tanah yang cukup labil ditambah derasnya hujan saat itu, mengakibatkan munculnya rekahan memicu kerusakan beberapa bagian rumah yang ditempati.

Rian yang hidup dengan orangtuanya terancam tidak dapat menempati rumahnya lagi akibat kerusakan yang cukup parak. Menurut Rian, retakan itu menyebabkan kondisi rumahnya tidak layak ditempati karena bagian tempok pecah sementara lantainya mengembung.

"Saya tidak berani lagi tinggal disini. Lihat sendiri kondisinya seperti itu," kata Jumat (12/01/2017).

Rian menjelaskan, musibah yang menimpa kediamannya itu terjadi kemarin lusa. Usai hujan, tiba-tiba tembok rumahnya retak tanpa diketahui sebab yang pasti. 

"Kejadiannya selepas magrib dimana tiba-tiba muncul suara pletak-pletak dari tembok dan lantai. Kami sekeluarga langsung keluar rumah," jelas Rian.

Selama ini, dia tinggal bersama kedua orang tuanya, Pujiyono (54) dan Titik (45). Dari kejadian itu, malam itu juga mereka langsung mengungsi ke tempat saudara di seberang jalan.

"Kami sudah mengosongkan rumah dibantu oleh tetangga. Sementara masih menetap di tempat saudara, tapi kami memilih membangun rumah lagi di tempat yang aman," jelas Rian.

Pantauan di lapangan, tanah di lokasi itu cukup labil. Berada di bawah tebing setinggi kurang dari 3 meter. Di samping rumah juga terdapat jurang yang cukup dalam dan ada aliran sungai.

"Itu Sungai Sorongodo, tapi menurut kami itu bukan pemicunya. Tapi kondisi alam di bagian atas rumah yang sudah jauh berkurang keberadaan kayu-kayunya," ungkap Rian.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, Boedi Hardjono mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan apakah kejadian di Kalijambe merupakan kasus tanah gerak atau bukan. Pihaknya masih menurunkan tim untuk melakukan assesment.

"Kita pastikan dulu, jenis bencananya. Jadi belum bisa memutuskan, karena tim kami sedang turun ke lapangan," kata Boedi.