Sisa Material Proyek Putus Kontrak Dibersihkan, Alun-alun Paling Banyak Capai 40 Truk
Peristiwa

Sisa Material Proyek Putus Kontrak Dibersihkan, Alun-alun Paling Banyak Capai 40 Truk

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Tiga proyek besar yang mengalami putus kontrak di Purworejo hingga kini masih mangkrak. Sisa-sisa material yang tertinggal terbengkalai begitu saja. Kondisi tersebut menjadikan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Purworejo kewalahan untuk membersihkannya.

Ketiga proyek yang diputus kontrak hingga akhir tahun 2017 yakni Alun-alun Purworejo, Monumen Tugu Perjuangan, dan rumah dinas Pengadilan Negeri (PN) Purworejo.

Menurut Koordinator Lapangan LH Endang Suhardi, dari ketiga proyek tersebut, pihaknya mengaku sangat kewalahan saat membersihkan terutama Alun-alun Purworejo. Puluhan petugas dikerahkan guna membersihkan sisa-sisa material yang sudah tidak terpakai dan banyak tercecer di areal alun-alun.

"Dan pembersihannya dilakukan secara manual," kata Endang, saat dikonfirmasi Jumat (12/01/2018) kemarin.

Disatu lokasi alun-alun saja, sebanyak 40 truk material tersisa yang sudah bercampur sampah. Pembersihan dilakukan dengan menyisir alun-alun hingga celah-celah seperti drainase serta sudut-sudut trotoar. Petugas menggunakan cangkul untuk mengeruk sisa material yang melekat dengan tanah atau aspal hingga kemudian diangkat ke truk. 

Pembersihan juga dilakukan di tempat proyek lainnya yang diputus kontrak yakni rumah dinas Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Purworejo dan Monumen Tugu Perjuangan. Petugas LH juga membersihkan lingkungan sekitar seperti merambas pohon dan memperbaiki taman yang rusak. Namun, sisa material maupun sampah yang dikumpulkan dari dua tempat tersebut tidak sebanyak di alun-alun.

"Di Monumen Tugu Perjuangan hanya dua truk," imbuhnya.

Begitu juga di rumah dinas PN Purworejo yang pengerjaannya ditinggal pelaksana hanya menyisakan tidak lebih dari tiga truk. Endang mengungkapkan, sejumlah kendala yang dihadapi dalam melakukan pembersihan lokasi proyek yang tidak selesai tersebut antara lain terkait koordinasi dengan instansi terkait. Mengingat, penggarapan proyek itu tidak dilakukan oleh LH, namun pihaknya mempunyai tanggungjawab untuk membersihkannya.

"Dalam hal ini kami hanya manut (mengikuti) perintah pimpinan, tapi mbok yao instansi terkait lainnya juga berkoordinasi," tandas Endang.