Proyek Jembatan Pasir Puncu Molor, Rekanan Ngaku Rugi Rp 600 Juta
Peristiwa

Proyek Jembatan Pasir Puncu Molor, Rekanan Ngaku Rugi Rp 600 Juta

Ngombol,(purworejo.sorot.co)--Santer beredar kabar, dugaan permainan dalam pelaksanaan proyek pembangunan Jembatan Gantung di Pasir Puncu, Desa Keburuan, Kecamatan Ngombol Purworejo. Tampak kasat mata, pelaksanaan molor dari batas waktu yang ditentukan, November 2017.

Rekanan proyek yang berasal dari Kementrian PUPR senilai Rp 1,65 miliar tersebut yaitu CV Sinar Mutiara dari Kebumen dengan pimpinan Nanang Ezan Mutaqien (51). Saat ditemui di rumahnya Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian mengakui ada keterlambatan penyelesaian proyek tersebut. Kendati demikian, proyek tersebut telah selesai dan pembayaran pun telah dilakukan.

Nanang mengungkapkan, permasalahan utama terjadinya kemoloran proyek tersebut lantaran adanya pergeseran lokasi jembatan seperti yang diminta masyarakat. Atas hal tersebut, ia melakukan review design jembatan dan sosialisasi kembali kepada masyarakat. Menurutnya, hal tersebut karena masyarakat sebetulnya berharap memperoleh bantuan jembatan permanen bukan gantung.

"Praktis dua bulan saya tidak bisa action karena harus melakukan review design dan sosialisasi kembali ke masyarakat. Saya memulai pekerjaan bulan Oktober padahal seharusnya Juli," terangnya beberapa waktu lalu.

Tidak cukup sampai disitu, Nanang juga menyampaikan kendala teknis dalam pemasangan rangka jembatan gantung. Pasalnya, tenaga ahli pemasang rangka dari Kementerian terbatas karena harus berpindah-pindah lokasi. Selain itu, saat proses pemasangan beberapa kerangka jembatan juga hilang entah kemana. 

"Saya sempat mengajukan permohonan pembatalan kontrak karena waktu yang sangat terbatas tetapi tidak diperbolehkan dan diminta menyelesaikan," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pada pengerjaan proyek tersebut karena terjadi berbagai kendala menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Ia mengaku rugi hingga Rp 600 juta karena harus membayar lebih tenaga kerja serta mengganti beberapa kerangka yang hilang.