Keluarga TKI yang Tertahan di Imigrasi Malaysia Mengaku Shock dan Trauma
Peristiwa

Keluarga TKI yang Tertahan di Imigrasi Malaysia Mengaku Shock dan Trauma

Bayan,(purworejo.sorot.co)--Budi Tri Sulawati (24) dan Destia Nerlinawati (21) kakak beradik dari empat bersaudara dari pasangan Ahmad Sudiono (56) dan Zaitun (55) warga Desa Pekutan Rt 01/ Rw 01, Kecamatan Bayan adalah dua dari puluhan TKI asal Purworejo yang ditahan di Malaysia sejak Senin, (15/02/2018) malam.

Zaitun mengisahkan, awalnya kedua anaknya berpamitan meninggalkan rumah untuk bekerja sejak Mei 2016 lalu. Dengan tekad hendak membangun sebuah rumah untuk dirinya.

Dulunya sudah kerja di Jakarta dan di beberapa kota mulai Bandung, Bogor, Wonosobo untuk menguji nasib. Namun mereka menganggap tidak membuahkan hasil,” kenangnya, Sabtu, (10/02/2018).

Hingga akhirnya, mereka memutuskan untuk menjadi TKI dengan meminjam uang di bank senilai Rp 25 juta. Biaya besar tersebut tidak lantas mengurungkan niat dua anaknya untuk merantau ke negeri tetangga. 

Karena anak saya memaksa dan bersemangat untuk mencari rezeki, maka saya izinkan,” ucapnya.

Hingga akhirnya sekitar satu bulan yang lalu, ia mendengar kabar bahwa kedua anaknya ditangkap oleh pemerintah Malaysia. Sontak hal tersebut membuat dirinya shock dan khawatir. Karena sebelumnya, dua Tri dan Destia memang tidak memberi kabar ke keluarga bahwa ada masalah di Malaysia.

Pada hari Minggu seperti biasa mereka menghubungi saya dan tidak ada kabar masalah atau apapun,” terangnya.

Zaitun meyakini bahwa selama ini tidak ada masalah baik persoalan administrasi ataupun yang lainya. Saat keberangkatan pun menggunakan jalur legal dengan memenuhi syarat seperti apa yang diminta oleh pihak penyalur.

Anak saya kesana legal dan membawa surat lengkap,” imbuhnya.

Namun hingga kini dirinya belum mendapat kepastian terkait nasib kedua anaknya tersebut. Ia berharap keduanya segera dapat dipulangkan ke rumah.

Segera pulang, karena jujur saya masih khawatir dan trauma. Maka setelah pulang jangan kesana lagi cukup kerja disini saja,” pungkasnya.