Desak Polisi Usut Pelaku, Gusdurian Kecam Insiden St Lidwina
Sosial

Desak Polisi Usut Pelaku, Gusdurian Kecam Insiden St Lidwina

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Putri Presiden ke-4, KH Abdurrahman Wahid, Alissa Qotrunnada Munawaroh yang juga Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, mengutuk keras insiden penyerangan gereja Santa Lidwina di Sleman Daerah Istimwaa Yogyakarta, Minggu (12/2).

Alissa Wahid, sapaan akrabnya, menilai penyerangan gereja tersebut dikhawatirkan dapat memicu ketegangan hubungan antar umat beragama di Indonesia.

Saya berharap aparat penegak hukum terutama jajaran kepolisian untuk dapat segera mengungkap dan menuntaskan penyeledikannya tentang kasus ini, kemudian memproses secara hukum pelaku dan siapapun yang menjadi aktor di belakangnya,” katanya saat mengunjungi bascamp Jaringan Gusdurian Purworejo, Senin (13/2).

Menurutnya, penyerangan Gereja Santa Lidwina tersebut memiliki benang merah dengan insiden keagamaan yang terjadi sebelumnya seperti penyerangan seorang Kyai NU serta Ustad Persis di Jawa Barat, penyerangan Bikhu juga baru-baru ini terjadi. 

Ini kok ada ketegangan yang ditumbuhkan terutama di ruang-ruang umat beragama. Ini yang menjadi pertanyaan bagi kami. Maka penting bagi aparat penegak hukum untuk menegaskan diri posisi negara, karena itu yang menjadi pegangan bagi masyarakat luas maupun anasir-anasir yang ingin merusak Indonesia,” katanya.

Dari rentetan kejadian insiden yang menyentuh umat beragama yang terjadi akhir-akhir ini, Alissa menduga jika peristiwa tersebut bukanlah kriminal murni. Pasalnya, kejadian tersebut seperti memiliki pola.

Saya kurang bisa menerima, tiba-tiba ada orang gila di berbagai tempat tetapi sasarannya kok sama, yakni para pemuka agama. Ada apa ini?, saya menduga ini bukan prilaku kriminal biasa,” ungkapnya heran.

Secara pribadi, Alissa mengkhawatirkan jika rentetan peristiwa keagamaan tersebut berkaitan dengan dinamika politik di tanah air mengingat tahun 2018 ini adalah tahun-tahun politik.

Jangan sampai ketegangan ini berlarut-larut karena tidak ada penyelesaian,” tegasnya.