Penganiaya Pemuda Mabuk di Alun-alun Kutoarjo Diancam Hukuman 7 Tahun
Hukum & Kriminal

Penganiaya Pemuda Mabuk di Alun-alun Kutoarjo Diancam Hukuman 7 Tahun

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Kasus penganiayaan yang dilakukan AA (33), warga Desa Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, terhadap korban Hanter (27) asal Kecamatan Bruno, kini sudah memasuki babak baru. Berkas perkara kasus penganiayaan berujung maut itu telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Purworejo beserta barang buktinya, pada Selasa (13/02/2018) pagi

Kapolsek Kutoarjo AKP Suwito mengatakan, pihaknya telah selesai melakukan penyidikan terhadap tersangka seorang pedagang di Alun-alun di Kutoarjo tersebut. Penyidik menganggap berkas perkara telah lengkap sehingga segera di limpahkan untuk tahap penuntutan oleh kejaksaan.

Ia memaparkan, peristiwa tersebut bermula dari ketidaknyamanan tersangka melihat tingkah laku korban, hingga akhirnya berujung pada penganiayaan. Peristiwa penganiayaan terjadi di sebelah timur Alun-alun Kutoarjo pada 21 Desember 2017.

Karena persoalan pribadi, yaitu berawal adanya adu mulut antara korban dan tersangka. Hingga tersangka melakukan pengaianyaan,” jelasnya.

Lebih lanjut Suwito mengungkapkan, pada saat itu pelaku sedang bersantai sambil minum kopi di Alun-alun Kutoarjo. Selang beberapa lama, datang korban bersama temannya dalam keadaan mabuk. Saat itu, korban bersama teman-temanya menggunakan sebuah motor. 

Korban tiba-tiba membuat resah orang yang berada di sekitar alun-alun. Karena terpancing emosi, pelaku mengambil kerling (sejenis pisau lipat) yang saat itu digantung di leher pelaku. Kemudian mengayunkan kerling tersebut ke arah muka dan badan korban secara bertubi-tubi.

Awalnya ada nada menantang terhadap pelaku yang kemudian terjadi penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam tersebut,” bebernya.

Setelah peristiwa itu, korban sempat lari hingga akhirnya roboh dengan luka yang cukup serius. Selang beberapa lama, warga membawa korban ke RSUD Tjitro Wardojo Purworejo untuk mendapatkan pertolongan. Namun naas nyawanya tidak tertolong lagi.

Setelah kejadian tersebut pelaku melarikan diri ke Pekalongan dan berhasil ditangkap oleh petugas,” imbuhnya.

Tersangka mengaku menyesal dengan kejadian tersebut, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan melanggar hukum. Akibat perbuatanya pelaku akan dijerat dengan perkara penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang sesuai dengan pasal 351 Ayat 3 KUHP. Tersangka terancam hukuman penjara paling lama tujuh tahun.