Taksi Online dan Angkutan Konvensional Berseteru, Polisi Turun Tangan
Peristiwa

Taksi Online dan Angkutan Konvensional Berseteru, Polisi Turun Tangan

Kutoarjo,(purworejo.sorot.co)--Perseteruan terjadi antara pengemudi taksi online dengan jasa angkutan umum yang tergabung dalam Anjas (Angkutan Jasa Stasiun) di Kutoarjo, Minggu (11/3) siang. Mereka terlibat cekcok di lokasi saat saling bertemu hingga terjadi keributan. Pihak kepolisian pun harus turun tangan dalam keributan tersebut.

Perwakilan taksi online Roman (28) menuturkan, perseteruan itu awal sekali terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Bermula saat salah satu pengemudi taksi online mendapatkan orderan di stasiun Kutoarjo. Pengemudi taksi online kemudian mengarahkan penumpang supaya naik di pertigaan timur Stasiun Kutoarjo (Teteg).

Karena sesuai kesepakatan, kami tidak dibolehkan menaikkan penumpang di stasiun, sehingga saat itu diarahkan supaya naik di teteg,” tuturnya, Minggu (11/3/2018) sore.

Mendapati hal itu, salah satu pengemudi angkutan konvensional yang juga tergabung dalam Anjas, tidak memperbolehkan dan menghentikan taksi online tersebut. Karena menganggap lokasi tersebut merupakan zona merah bagi taksi online. 

Selanjutnya, mobil ditahan oleh pihak Anjas, pengemudi taksi online tidak terima sehingga terjadi negosiasi antara kedua pihak.

Sementara itu Kapolsek Kutoarjo AKP Suwito mengatakan, negeosiasi atara kedua pihak tersebut tidak menemui titik temu. Bahkan perseturuan semakin memanas ketika masing-masing anggota dari kedua pihak berdatangan ke lokasi kejadian sekita pukul 12.30 WIB sehingga menimbulkan keributan.

Sekitar pukul 12.30 WIB kami mendapat laporan bahwa telah terjadi keributan di depan Stasiun Kutoarjo antara kelompok taksi online dengan angkutan jasa stasiun,” katanya.

Polisi meminta pihak yang berseteru untuk menyelesaikan masalah di kantor polisi untuk dilakukan mediasi. Mediasi berjalan alot sehingga sempat kembali terjadi adu mulut.

Persoalan ini berhasil kita atasi, Kedua pihak telah sepakat untuk damai dan menandatangani beberapa poin perjanjian,” pungkasnya.

Dengan ditandatangani perjanjian tersebut, Suwito berhaharap kedua belah pihak dapat saling mengerti satu sama lain. Menurutnya pihak Anjas juga tidak sepenuhnya mempunyai hak untuk menerapkan aturan tersebut. Sedangkan beroperasinya taksi online, sampai saat ini juga belum ada regulasi dari pemerintah. (mansur)