Demi Untung Besar, Pedagang Mengoplos Miras Tanpa Takaran Pasti
Hukum & Kriminal

Demi Untung Besar, Pedagang Mengoplos Miras Tanpa Takaran Pasti

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Razia penyakit masyarakat petugas Satpol PP Purworejo berhasil menyita sebanyak 800 minuman keras (miras) dalam kurun waktu empat bulan terakhir. Fakta mencengangkan didapat ketika petugas kerap mendapati pengakuan nakal para pedagang yang kerap megoplos miras dengan jenis tertentu. Hal itu tentu sangat membahayakan mengingat kadar alkohol tidak terukur.

Alkohol jenis tersebut sangat berbahaya bagi masyarakat yang mengkonsumsi karena antara kemasan kandungan alkohol dengan isinya tidak sama,” kata Kasatpol PP dan Damkar Budi Wibowo, dihubungi Minggu (11/3).

Dijelaskan, pedangan sering memanfaatkan botol-botol sisa minuman keras bermerk untuk selanjutnya diisi dengan miras campuran. Hal itu untuk mengelabuhi para pembeli agar terlihat seperti miras bermerk. 

Kita sebut minuman itu mansion KW, karena isinya tidak benar-benar mansion. Botolnya mansion tapi isinya entah apa, asal mirip-mirip sedikit. Biasanya pedagang mengoplos sendiri minumannya dan memasukkan ke dalam botol itu dan seolah-olah itu minuman pabrikan,” tambahnya.

Selain itu, pedagagang juga sering menciptakan minuman sendiri dengan kemasan botol air mineral. Biasanya minuman tersebut kerap disebut ciu. Ciu tersebut juga sangat berbahaya mengingat tidak adanya ukuran pasti jenis alkhohol yang telah dicampur aduk oleh pedagang.

Pengoplosan miras sembarangan dilakukan pedagang untuk mendapatkan untung dari hasil penjualan yang sebanyak-banyaknya. Mereka tidak peduli pada siapapun yang mengkonsumsi minuman tersebut.

Ini fakta dilapangan, maka saya minta masyarakat untuk jauhi minuman keras,” ujarnya.

Diketahui, Sedikitnya 400 miras berbagai merk telah dimusnahkan oleh petugas dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Purworejo di halaman Kantor Bupati Purworejo.

Jumlah tersebut hanya separuh miras yang diperoleh dari hasil operasi cipta kondisi di bulan Desember-Februari 2018. Hal itu tentu menjadi indikator jika Purworejo merupakan wilayah rawan peredaran minuman keras.