Perseteruan Berakhir Damai, Taksi Online dan Konvensional Tandatangani Perjanjian
Peristiwa

Perseteruan Berakhir Damai, Taksi Online dan Konvensional Tandatangani Perjanjian

Kutoarjo,(purworejo.sorot.co)--Kepolisian Sektor Kutoarjo harus turun tangan untuk menengahi perseteruan antara pengemudi taksi online dengan konvensional yang tergabung dalam Anjas (Angkutan Jasa Stasiun) di Kutoarjo. Konflik dua kelompok angkutan itu dapat diselesaikan setelah keduanya sepakat untuk damai, pada Minggu (11/3).

Konflik berebut penumpang itu bisa diredam setelah perwakilan dari kedua belah pihak diajak ke Polsek Kutoarjo untuk duduk bersama merumuskan kesepakatan. Meskipun berjalan alot, negosiasi yang belangsung selama selama hampir tiga jam itu akhirnya mencapai titik temu.

Kedua belah pihak telah sepakat untuk damai dan bersedia menandatangani surat perjanjian,” ujar Kapolsek Kutoarjo AKP Suwito, Minggu (11/3/2018) sore.

Ia mengatakan, ada tujuh poin yang disepakati dalam surat perjanjian tersebut. Adapun tujuh poin tersebut ialah, pihak online dilarang mengambil penumpang dari stasiun dalam batas zona merah. Adapun batas zona merah yang dimaksud, sebelah timur yaitu alun-alun Kutoarjo, selatan kampung Aglik Selatan, barat perempatan Andong, sedangkan utara Desa Pacor. 

Selain itu, pihak online boleh mengambil penumpang dari stasiun yang merupakan saudara, keluarga atau tetangga atau dengan catatan aplikasi di-off-kan dan memberitahukan kepada pihak Anjas. Kemudian pihak online dibebaskan mengambil penumpang di luar zona merah. Bagi pihak online dan pihak Anjas yang melanggar perjanjian tersebut akan dikenakan denda Rp 500 ribu.

Yang tidak kalah penting ialah, dengan surat perjanjian ini kami minta jika ada persoalan diselesaikan oleh pengurus kedua pihak. Dengan catatan tidak boleh ada pengerahan massa, tidak ada tindak kekerasan, dan tidak boleh mengganggu ketertiban masyarakat umum,” tegas Suwito.

Dikatakan Suwito, perjanjian tersebut sebenarnya merupakan penegasan dari perjanjian yang telah disepakati sebelumnya pada tanggal 25 Fabruari lalu di SAC. Namun demikian, ada pihak yang merasa dirugikan sehingga kedua belah pihak sepakat untuk merumuskan perjanjian ulang.

Lebih lanjut Suwito berharap, baik kelompok taksi online maupun pihak Anjas untuk segera mensosialisasikan hasil kesepakatan dan perjanjian baru itu kepada seluruh anggota. Selain itu juga kepada masyarakat, supaya tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

Karena keduanya merupakan organisasi informal yang baru terorganisir, maka hal ini harus benar-benar disosialisasikan, termasuk kepada sopir-sopir yang belum tergabung,” pungkasnya. (mansur)