Diduga Jadi Korban Penipuan, Dua WNA Asal Malaysia Terlantar di Purworejo
Hukum & Kriminal

Diduga Jadi Korban Penipuan, Dua WNA Asal Malaysia Terlantar di Purworejo

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Dua orang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia bernama Mohamad Indra bin Mazlan dan Lukman Hakim bin Ahmad Azam, diduga ditelantarkan oleh orang tak bertanggung jawab di wilayah Purworejo. Keduanya yang duduga menjadi korban penipuan itu kemudian mendatangi kantor Polsek Purwprejo untuk melaporkan kejadian yang mereka alami.

Menurut Kepala Kesbangpol Purworejo Gatot Seno Aji, keduanya tiba di wilayah Purworejo pada Selasa 13 Maret 2018, sekitar pukul 08.30 WIB. Sebelumnya, dua orang tersebut tiba di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, pada Sabtu 10 Maret 2018 sekitar pukul 11.00 WIB dan dijemput oleh pelaku yang bernama Uztadz Ilham. Keduanya kemudian diajak ke rumah pelaku, namun kedua WNA tersebut tidak ingat alamat rumah pelaku.

Adapun kedatangan kedua WNA Malaysia ini bertujuan untuk mengurus harta milik mendiang ibunya yang berada di Indonesia. Keduanya mendapat pesan dari ibunya untuk menghubungi seseorang di Kalimatan bernama Tomi. Selanjutnya oleh Tomi, keduanya diarahkan untuk menemui Uztadz Ilham.

Keduanya pergi ke Jogja dan bertemu dengan Uztadz Ilham. Selanjutnya kedua WNA disuruh menjalani ritual mandi kembang dan dzikir agar dapat melihat harta ibunya. Dan setelah melalui ritual dan dzikir kedua WNA malaysia melihat uang dalam kotak kemudian dipegangnya,” jelas Gatot Seno Aji, Rabu (14/03/2018).

Gatot menambahkan, kedua WNA dimintai uang untuk membayarkan zakat sebanyak 25 persen guna mendapatkan uang yang mereka lihat dalam kotak tersebut. Kedua korban akhirnya membayarkan sejumlah uang, namun masih ada kekurangan sehingga pelaku meminta kartu ATM dan PIN milik korban. 

Selanjutnya, pada Senin 12 maret 2018 sekira pukul. 05.30 WIB, korban diantar ke Masjid Agung Darul Mutaqin Purworejo untuk tinggal sementara. Pelaku kemudian meninggalkan korban di masjid tersebut tanpa bekal apapun, kecuali dokumen keimigrasian dan tas. Keduanya yang sadar jadi korban penipuan kemudian melaporkan ke Polsek Purworejo.

Pihak kepolisian berkoordinasi dengan Tim Pengawasan Orang Asing Kabupaten Purworejo untuk menindaklanjuti kasus ini. Kami sarankan kedua korban supaya menghubungi keluarganya yang ada di Malaysia guna keperluan pulang ke negaranya,” pungkasnya.