Tanggapi Penolakan Penambangan di Desa Wadas, Ini Kata Dewan
Peristiwa

Tanggapi Penolakan Penambangan di Desa Wadas, Ini Kata Dewan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Luhur Pambudi Mulyono angkat bicara mengenai gerakan penolakan pembangunan Bendungan Bener yang santer dilakukan warga beberpa waktu lalu. Menurutnya, penolakan yang dilakukan warga merupakan buntut dari kurangnya pemahaman warga soal rencana pembangunan Bendung Bener.

Hanya mempertanyakan terkait penambangan galian C di Desa Wadas,” katanya, Senin (9/4/2018).

Seperti diketahui, warga Desa Wadas melakukan aksi walk out saat sosialisasi pembebasan lahan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Yogyakarta pada 27 Maret lalu. Lantaran itu, kata Luhur, warga setempat belum menerima penjelasan secara lengkap. 

Luhur menjelaskan, sosialisasi pembangunan mega proyek Bendung Bener di desa lain yang terdampak pembangunan Waduk Bener telah dipantau Dewan, hasilnya tidak ada gejolak. Selain sosialisasi di Desa Wadas, terdapat Desa Guntur, Bener, Kedungloteng, Karangsari, Nglaris, Limbangan. Satu desa di Kecamatan Gebang yakni Desa Kemiri dan sebagian di Kabupaten Wonosobo.

Dikatakan Luhur, setelah dilakukan serap aspirasi warga, warga butuh bantuan mengurus sertifikat atau dinotariskan. Mengingat, pembebasan lahan ganti untung itu diperlukan administrasi hukum, di mana salah satunya yakni memiliki bukti kepemilikan atas tanah.

Warga di desa yang terdampak adanya pembangunan bendungan itu pun minta ada pelatihan-pelatihan keterampilan, terutama bagi kalangan pemuda.

Bagaimana pun juga, mereka kan ingin hidup lebih baik dan sejahtera. Sehingga, jika sumber pendapatan dari pertanian misalnya, menjadi berkurang karena digunakan untuk pembangunan waduk, maka bisa ada solusi serta gantinya,” terang Luhur.

Selain sudah menemui langsung warga di desa yang terdampak pembangunan Bendungan Bener, Luhur juga mengumpulkan masyarakat dan tokoh-tokoh di Balai Desa Limbangan.