Antisipasi Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba, Pemkab Didorong Segera Bentuk BNN
Hukum & Kriminal

Antisipasi Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba, Pemkab Didorong Segera Bentuk BNN

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Ancaman nyata dari maraknya peredaran narkoba yang semakin memperihatinkan menuntut Pemerintah Kabupaten Purworejo tidak tinggal diam. Selain melakukan kegiatan sosialisasi dan pencegahan Pemkab setempat diharapkan membentuk Badan Narkotika Nasional di tingkat Kabupaten.

Penyidik Satuan Narkoba Polres Purworejo Aiptu Sutopo memuturkan, tahun 2018 pohaknya menangangi sebanyak 10 kasus penyalahgunaan, sedangkan tahun sebelumnya sebanyak 9 kasus.

Data tersebut merupakan hal nyata bahwa ancaman narkoba memang sudah masuk di Kabupaten kita,” ujarnya, dihubungi Rabu (11/4/2018).

Ia menjelaskan, terdapat beberapa golongan narkotika di antaranya yang biasa digunakan untuk iptek, reagensia diagnostik atau laboratorium. Namun kalau disalahgunakan, dan dikonsumsi oleh orang tanpa petunjuk ahli maka akan mempunyai potensi sangat tinggi menimbulkan ketergantungan. 

Golongan satu contohnya, morfin, heroin atau putaw, ganja, serbuk kokain, pasta kokain, daun koka,” teragnya.

Golongan yang kedua adalah bahan baku untuk produksi obat, yang mampu menimbulkan potensi ketergantungan tinggi dan hanya digunakan sebagai pilihan terakhir dalam pengobatan. Misalanya petidin, morphin, fentanil atau metadon. Dan yang terakhir yaitu hanya digunakan untuk rehabilitasi, untuk mengurangi ketergantungan pada narkotika golongan I dan II. Ia mempunyai potensi ringan akibatkan ketergantungan, contohnya kodein, difenoksilat.

Yang termasuk pidana adalah orang yang menyalahgunakan narkoba. Dengan tanpa artinya seizin atau resep dari dokter,” tegasnya.

Secara terpisah Kasat Narkoba Polres Purworejo AKP Suwardi mengatakan, sudah saatnya Kabuapupaten Purworejo memiliki Badan Narkotika Nasional tingkat Kabupaten. Dengan harapan dapat mengurangi peredaran narkoba yang hingga kini masih tergolong tinggi.

Sementara Deputi Pemberantasan BNN Kompol Reban Mirmorejo saat dihubungi sorot.co mengatakan, bahaya narkoba tidak bisa hanya dianggap sebagai bahaya laten. Artinya memang sudah jelas mengancam secara nyata. Menurutnya, BNN pusat pada akhirnya akan membentuk secara menyeluruh BNN di Kabupaten atau Kota se-Indonesia.

Melihat data yang diungkapkan oleh Polres Purworejo sudah saatnya dibentuk BNN tingkat Kabupaten,” jelasnya.

Leih jauh ia menjelaskan, tugas dari aparat kepolisian dalam penyalahgunaan narkoba hanya di wilayah penindakan. Namun BNN mempunyai tugas dan fungsi pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Selain itu juga ada program rehabilitasi, di mana para pecandu narkoba akan dilakukan pengobatan secara gratis.

Asal tidak tertangkap tangan sedang menggunakan narkoba, pasti akan dilakukan rehabilitasi. Artinya tidak dipidanakan,” tandasnya.