Curi Mesin Perontok Padi, Petani Ganggeng Diseret ke Meja Hijau
Hukum & Kriminal

Curi Mesin Perontok Padi, Petani Ganggeng Diseret ke Meja Hijau

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Pengadilan Negeri Purworejo menjatuhkan vonis 3 hari kurungan dan denda sebesar Rp 300.000 kepada terdakwa AP (33), warga Desa Ganggeng, Kecamatan Purworejo. AP diseret ke meja hijau karena kasus pencurian sebuah mesin perontok padi milik tetangganya sendiri.

Menurut Kapolsek Purworejo AKP Markotib, kasus pencurian itu terjadi pada 5 April 2018 di ladang atau sawah milik korban yaitu Edy Miroso (42). Korban sengaja tidak membawa pulang mesin perontok padi karena masih dipakai untuk memanen padi di sawahnya.

Korban meletakkan mesin perontok padi di sawah. Korban kaget karena saat hendak menggunakan untuk memanen padinya, mesin perontok padi miliknya sudah raib,” ujar Kapolsek, Jumat ().

Kapolsek menjelaskan, mengetahui mesin miliknya hilang, ia kemduian mencari di beberapa namun tidak juga diketamukan. Ia curiga setelah melihat mesin yang mirip miliknya berada d ladang milik tersangaka. Dengan niat baik, korban kemudian mencoba menanyakan perihal kecurigaanya tersebut, namun tersangka mengaku bahwa mesin itu miliknya sendiri. 

Tersangka awalnya tidak mengaku, tetapi korban yakin betul bahwa alat tersebut miliknya. Pelaku sendiri sudah mengecat ulang mesin itu dengan warna lain, dari coklat diganti hijau,” terangnya.

Karena tidak ada titik temu, sehhingga korban memutuskan untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada Pemerintah Desa setempat. Dan setelah dilakukan konfirmasi dan pengecekan alat, pada akhirnya tersangka mengaku perbuatannya.

Karena meras jengkel terhadap aksi pelaku, korban menginginkan pelaku diproses secara hukum dengan melaporkannya ke pihak kepolisian. Akibatnya tersangka dan barang bukti yaitu berupa alat perontok padi seharga 600 ribu rupiah diamankan di Mapolsek Purworejo.

Sudah menjalani sidang tipiring pada Rabu (11/04) kemarin dengan dakwaan melanggar pasal 364 tentang pencurian. Putusannya kurungan selama 3 hari serta membayar denda Rp 300.000,” pungkasnya.