Ada Ritual Khusus, Setiap Malam Jumat Kliwon Kereta Kencana Milik Pemkab Diberi Sesaji
Budaya

Ada Ritual Khusus, Setiap Malam Jumat Kliwon Kereta Kencana Milik Pemkab Diberi Sesaji

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Hadirnya kereta kencana dari Keraton Yogyakarta di pelataran ruang Pringgitan komplek Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat. Maklum, selain memiliki maha nilai seni dengan keindahanya, kereta kencana di era modernisasi saat ini tergolong langka.

Namun siapa sangka, di balik keindahan serta keuninakanya, perawatan kereta kencana itu tidak segampang yang dibayangkan. Selain perawatan fisik, kereta kencana mendapat sentuhan magis khusus di setiap malam Jumat Kliwon.

Setiap malam Jumat Kliwon harus disediakan sesaji yang ditempatkan di kereta kencana. Sesaji seperti jajan pasar dan hasil bumi ditempatkan di bagian tempat duduk kursi kereta. Sesaji tersebut merupakan ritual adat jawa sebagai pengejawantahan rasa syukur kepada Tuhan YME.

Dan juga ada rapalan doa khusus,” kata Sunaryo (55), petugas yang merawat kereta kencana saat ditemui Sabtu (14/4).

Setiap hari, Sunaryo rajin membersihkan debu yang melekat pada kereta kencana yang cantik itu. Ia membersihkan sampai celah-celah bagian bawah serta sudut yang sulit dijangkau. Dengan menggunakan selembar kain halus, Sunaryo melakukan kegiatan rutinnya itu dengan hati-hati. 

Sunaryo mengaku bangga dengan pekerjaannya tersebut. Sebelumnya sebagai pegawai Sub Bagian Rumah Tangga Bagian Umum Setda Pemkab Purworejo hanya menangani kebersihan di pendapa rumah dinas bupati.

Sejak kehadiran kereta kencana menjelang peringatan Jumenengan Cokronegoro I pada 27 Februari lalu, Sunaryo dipercaya merawat barang peninggalan Keraton Yogyakarta tersebut. Ia pun dilatih oleh pihak Keraton Yogyakarta terlebih dahulu untuk merawat kereta kencana itu.

Saya dilatih dari mulai bagaimana melakukan perawatan rutin hingga hal-hal lain yang berkaitan dengan tradisi Jawa serta ritual yang ada,” imbuhnya.

Dikatakan Sunaryo, untuk merawat barang bernilai sejarah itu memang ada perlakuan khusus. Saat penempatan kereta kencana pada 23 Februari yang dirangkai peringatan jumenengan Cokronegoro I pun ada ritualnya.

Kereta kencana dengan tenaga dua ekor kuda itu masih bisa difungsikan. Namun untuk sementara ini hanya diparkir di depan ruang Pringgitan dengan posisi dicagak besi pada masing-masing as rodanya. Sehingga pada posisi tersebut, masing-masing roda kereta kencana itu bisa diputar.

Terpisah, Asisten II Sekda Gandhi Budi Supriyanto mengemukakan, kepemilikan kereta kencana itu sudah diproses oleh pemkab dan keraton Yogyakarta. Menurutnya, keraton Yogyakarta menyerahkan kereta kencana itu karena akan mengganti yang baru atau regenerasi.

Dari data Satuan Kerja Setda Pemkab Purworejo, kereta kencana itu dibeli dengan pagu anggaran Rp 195 juta bersumber dari APBD 2018. Keberadaan kereta kencana itu pun menambah daya tarik tersendiri lingkungan pendapa yang dijadikan sebagai bagian dari kemasan heritage (kota tua) di Purworejo.